Ayu Saraswati. (BP/win)

DENPASAR, BALIPOST.com – Sektor pariwisata Bali paling merasakan dampak dari wabah pandemi COVID-19. Semua sektor pendukungnya pun terdampak.

Salah satunya pasar oleh-oleh khas Bali. Bahkan, pasar oleh-oleh terbesar di Bali, yaitu Krisna Oleh-Oleh Bali sudah tidak beroperasi sejak 3 bulan terakhir.

Seluruh karyawannya dirumahkan demi menjaga keselamatan karyawan dan sebagai bentuk kepatuhan terhadap himbaun pemerintah. Namun, dalam menyongsong era baru, Krisna Oleh-Oleh Bali telah melakukan berbagai persiapan.

Bahkan, 5 dari 32 Outlet Krisna Oleh-Oleh Bali  sudah mulai dibuka sejak 22 Juni. Protokol kesehatan COVID-19 pun diterapkan.

Baca juga:  Sebelum Buka Pariwisata, Pemprov akan Lakukan Ini

Manager Humas Pusat Krisna Holding Company, Ayu Saraswati mengakui selama penutupan seluruh outlet Krisna Oleh-Oleh Bali banyak klien (travel agent) dari luar Bali menanyakan kapan Krisna Oleh-Oleh Bali akan dibuka. Hal ini menandakan bahwa masyarakat luar Bali sudah rindu berkunjung ke Bali. Sebab, Krisna Oleh-Oleh Bali tidak melayani penjualan secara online.

Komitmen ini dilakukan agar wisatawan yang ingin berbelanja oleh-oleh khas Bali agar datang langsung ke Bali. Sehingga, pergerakan ekonomi dari pariwisata bisa dirasakan oleh semua pihak. “Namun di masa pandemi ini ada beberapa travel agen kami meminta untuk dikirimkan barang tetap kami layani yang kami kirim lewat kargo. Karena ada beberapa langganan mereka meminta barang dari Krisna Oleh-Oleh Bali. Namun, penjualan secara online dalam skala besar tidak kami lakukan,” ujar Ayu Saraswati, Jumat (3/7).

Baca juga:  Songsong Era Baru, Ini Dilakukan Pangdam

Pihaknya mengaku cukup berat pada saat mulai membuka 5 outlet Krisna Oleh-Oleh Bali. Sebab, barang-barang, terutama camilan sudah dikembalikan ke pemasok sejak 31 Maret. Bahkan, beberapa camilan produk Krisna Oleh-Oleh Bali telah disumbangkan ke yayasan dan panti sosial.

Namun, secara bertahap para pemasok sudah mulai menyuplai barang-barang camilan kelima outlet yang telah dibuka. Meskipun penjualannya masih jauh dari harapan. “Orientasi owner kami, yaitu Ajik Krisna tidak pada profit, yang penting ada pergerakan dulu, sambil melakukan perbaikan secara perlahan,” tandasnya.

Baca juga:  5 DTW di Buleleng Dicek Kesiapannya Hadapi Era Baru

Pihaknya berharap, di era baru ini pariwisata Bali bisa kembali pulih. Sehingga, perekonomian Bali segera bangkit dan semua sektor oendukung pariwisata Bali, termasuk pasar oleh-oleh Bali bisa bergairah kembali. (Winatha/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.