SURABAYA, BALIPOST.com – Dunia medis Jawa Timur (Jatim) kembali berduka. Perawat Rumah Sakit Islam di Surabaya meninggal dunia setelah menjalani perawatan selama tujuh hari dengan status pasien positif COVID-19.

Pelepasan jenazah perawat itu ke pemakaman ini diiringi isak tangis rekan sejawatnya. Pelepasan jenazah ini dilakukan di halaman RS dengan iringan sholawat dari pengurus yayasan hingga seluruh karyawan.

Perawat yang sehari-hari bertugas di ruang rawat inap ini wafat pada Rabu siang setelah sebelumnya menjalani perawatan. Saat pemberangkatan jenazah ke pemakaman, sejumlah rekan sejawat korban terlihat tidak kuasa menahan kesedihan.

Baca juga:  Agar Tak Tertinggal, Koperasi Harus Paham Teknologi Digital

Bahkan, beberapa orang diantaranya pingsan dan harus dibawa dengan menggunakan kursi roda ke dalam rumah sakit. Dengan meninggalnya perawat itu, hingga saat ini tercatat ada 11 perawat yang meninggal dunia akibat terpapar COVID-19 di Jawa Timur.

Sementara 146 perawat lainnya yang terkonfirmasi positif COVID-19 masih menjalani perawatan dan isolasi.

Menurut Ketua Yayasan RSI Surabaya, M. Nuh, dengan banyaknya petugas medis yang meninggal akibat COVID-19, seluruh pihak diharapkan mampu melakukan pencegahan dan penanganan di seluruh sektor. Termasuk peran serta masyarakat dalam mematuhi protokol kesehatan. (Feri Saputra/Surabaya TV)

Baca juga:  Denpasar Laporkan Tambahan Korban Jiwa COVID-19 dan Puluhan Kasus Baru
BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA *