Suasana obyek wisata Sangeh, yang merupakan obyek wisata monyet di Badung. (BP/Istimewa)

DENPASAR, BALIPOST.com – Sejumlah pantai di kawasan Badung, kini sudah mulai dibuka bertahap. Ini dilakukan menjelang diberlakukannya tatanan hidup baru atau New Normal di bidang pariwisata.

Seperti misalnya di Pantai Melasti dan Pantai Kuta dan sejumlah pantai lain mulai dibuka. Dengan dibukanya akses publik ini, sempat dikawatirkan bisa menjadi tempat penyebaran COVID-19.

Namun, hal ini dibantah oleh ahli Virologi FKH Universitas Udayana, Prof. Dr. drh. I Gusti Ngurah Kade Mahardika. Saat dikonfirmasi, Kamis (2/7), Mahardika mengatakan, kawasan pantai maupun kawasan pegunungan sebenarnya sangat aman dan tidak mungkin terjadi penyebaran COVID-19.

Baca juga:  Diusulkan, Ranperda Retribusi Tempat Rekreasi

Asalkan kata dia, di sana tidak terjadi kerumunan massa. “Untuk pantai atau pegunungan yang merupakan area terbuka, itu aman. Yang penting tidak ada kerumunan orang,” katanya menegaskan.

Namun demikian, area terbuka yang perlu menjadi perhatian atau perlu dikaji yakni kawasan wisata yang terdapat kumpulan hewan, seperti monyet, kelelawar. Karena kata dia, dikawatirkan bisa terjadi penularan dari manusia ke monyet dan sebaliknya.

Baca juga:  Jika Tutup Terlalu Lama, Obyek Wisata Konservasi Hewan akan Terdampak

Begitu juga kawasan wisata kebun binatang, perlu dilakukan kajian matang untuk keamanan. “Daerah tujuan wisata yang ada monyet, yang ada kekelawar, itu yang berisiko. Itu yang perlu dikaji dulu. Apakah bisa membuat SOP ketat untuk keamanan,” katanya. (Yudi Karnaedi/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.