Suasana rapat terkait penanganan COVID-19 di Banjar Munduk, Kaliakah, Jembrana. (BP/olo)

NEGARA, BALIPOST.com – Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Jembrana akhirnya memutuskan karantina Banjar Munduk di Desa Kaliakah pascamunculnya sejumlah kasus transmisi lokal. Gugus Tugas bersama Perbekel di dua desa yang terkait dengan kasus Kluster Pulang Kampung dalam rapat Kamis (2/7) di Kantor Camat Negara membahas terkait teknis karantina wilayah banjar tersebut.

Rapat yang dipimpin Asisten II Setda Jembrana, I Gusti Ngurah Sumber Wijaya dan Sekretaris Camat Negara, Ida Bagus Surya Dharma terungkap sejumlah opsi terkait penanganan COVID-19 di Banjar Munduk, Desa Kaliakah tersebut. Salah satu upaya adalah dengan karantina wilayah satu Banjar yang transmisi lokalnya tinggi itu yakni Banjar Munduk.

Baca juga:  Seluruh Kecamatan di Jembrana Ada Warga Positif COVID-19, Ini Dua Wilayah yang Terbanyak

Tercatat di Banjar Munduk sudah lima orang yang dikonfirmasi positif COVID-19. Tiga di antaranya merupakan satu keluarga terdiri suami, istri dan anak.

Sisanya masih kerabat dekat keluarga tersebut. Kasus penularan hingga tercatat transmisi lokal tertinggi di Jembrana saat ini itu, dimulai dari salah seorang pasien positif Covid-19 asal Denpasar (asal Negara) pulang kampung.

Selama di rumah (pulang kampung) itu, korban yang sudah diketahui meninggal di RSU Sanglah. Total penularan dari pasien positif COVID-19 yang meninggal di Denpasar hingga enam orang. Satu orang warga Berangbang dan sisanya enam orang di Banjar Munduk, Kaliakah.

Baca juga:  Datang dari Daerah Zona Merah, Satu Penumpang di Pelabuhan Gilimanuk Hasil Rapid Testnya Positif COVID-19

Asisten II Setda Jembrana, Gusti Ngurah Sumber Wijaya mengatakan untuk karantina Banjar ini Gugus Tugas akan membackup berkoordinasi dengan desa setempat. Termasuk teknis nantinya untuk masyarakat selama diam di satu banjar itu apa yang akan dilakukan.

Salah satunya terkait kebiasaan aktivitas masyarakat satu banjar itu. Pemerintah akan menyuplai logistik selama karantina wilayah itu.

Karena itu warga tidak diperbolehkan keluar Banjar selama pelaksanaan karantina itu. Selama pelaksanaan karantina wilayah itu, seluruh warga nantinya juga akan dilakukan rapid test. “Kita mohon ini tidak dijadikan polemik, mari kita lakukan imbauan pemerintah, ” ujarnya.

Baca juga:  Rusak Berat, 266 Kilometer Jalan Kabupten di Jembrana

Di Banjar tersebut dari data terakhir terdapat 990 jiwa. Rencananya pada Jumat (3/7) hari ini akan dilakukan rapid tes massal bagi seluruh warga di Banjar tersebut. (Surya Dharma/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.