Sekda Gianyar I Made Gede Wisnu Wijaya saat melakukan peninjauan ke Bali Safari and Marine Park pada Rabu (1/7). (BP/Nik)

GIANYAR, BALIPOST.com – Ditengah terus meningkatnya kasus positif COVID-19. Pemkab Gianyar berencana membuka dua objek wisata di kawasan seni ini dalam waktu dekat.

Dua objek itu, yakni Bali Safari and Marine Park serta objek wisata Tirta Empul, Kecamatan Tampaksiring. Bahkan Sekda Gianyar bersama jajaran sudah melakukan peninjauan di dua lokasi itu pada Rabu (1/7).

Manajer Operasional Bali Safari and Marine Park, I Ketut Suardana bersama General Manager Bali Safari and Marine Park Thomas Colbert mengakui semenjak status pandemi COVID-19, Bali Safari and Marine Park telah ditutup sejak 23 Maret. Ketika ada wacana pemerintah akan menerapkan tatanan normal baru, pihak Bali Safari and Marine Park mulai melakukan persiapan. “Kami sangat siap memenuhi persyaratan protokol kesehatan di era normal baru,” tegas Colbert.

Berdasarkan peninjauan lapangan, terlihat semua pegawai Bali Safari and Marine Park menggunakan alat pelindung diri seperti, face shield, masker, dan sarung tangan. Kendaraan yang masuk areal Bali Safari and Marine Park di semprot cairan disinfektan.

Baca juga:
Dibebaskan, Biaya PJP4U dalam Recovery Dampak Erupsi Gunung Agung

Juga terlihat di beberapa titik disediakan hand sanitizer dan wastafel untuk mencuci tangan. Di pintu masuk juga ada petugas yang mengukur suhu tubuh pengunjung menggunakan thermo gun.

Di pintu masuk disiapkan keset yang terendam cairan desinfektan untuk mensteril alas kaki para pengunjung.

Sementara kunjungan Sekda Wisnu Wijaya pada Rabu, merupakan kunjungan kesekian kali yang dilakukan oleh Pemkab Gianyar untuk memastikan kelayakan Bali Safari and Marine Park dibuka kembali di era tatanan normal baru. Sekda Wisnu Wijaya mengatakan alasan mengapa memilih Bali Safari and Marine Park sebagai destinasi wisata yang ditinjau kesiapannya. “Bali Safari adalah obyek wisata terbesar di Gianyar yang dikelola oleh swasta, kunjungan wisatawan cukup banyak ke sini, jadi kita pastikan dulu apakah mereka bisa menjamin keamanan para pengunjung nantinya,” terang Sekda Wisnu Wijaya.

Baca juga:
Hendak Bersihkan Kolam Renang Hotel, Martana Tewas Tersetrum

Berdasarkan tinjauannya, Sekda Wisnu Wijaya menyampaikan berapa saran kepada pihak Bali Safari and Marine diantaranya, penambahan fasilitas cuci tangan di beberapa titik, pengukuran suhu tubuh agar tidak secara manual untuk menghindari antrean panjang, menyediakan klinik kesehatan untuk para pengunjung apabila ditemukan ada yang kurang sehat.

“Hasil tinjauan ini akan kami laporkan kepada Bapak Bupati untuk pengambilan kebijakan, kami sampaikan kepada pihak pengelola obyek wisata bahwa persyaratan tatanan normal baru harus dipenuhi, kerja ekstra di awal untuk keamanan bersama, jangan sampai ada kejadian kluster destinasi wisata, kalau itu sampai terjadi maka sudah pasti akan ditutup,” tegas Sekda Wisnu Wijaya.

Baca juga:
RSUP Sanglah Isolasi Suami WNA Meninggal COVID-19 

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Gianyar, Anak Agung Putrawan mengatakan, kewenangan pembukaan obyek wisata ada pada Pemprov Bali. Dikatakan diizinkan untuk buka kembali atau tidak, akan didasarkan pada pemenuhan sejumlah indikator, walau indikator tersebut sampai saat ini masih dalam pembahasan. “Penetapan indikator ini masih dalam tahap pembahasan lebih lanjut,“ tambahnya.

Setelah meninjau Bali Safari and Marine Park, rombongan Sekda Wisnu Wijaya bergerak menuju obyek wisata Tirta Empul di Tampaksiring. Dikatakan, pengelola obyek wisata Tirta Empul juga menyatakan siap dengan tatanan normal baru.

Terlihat berbagai protokol kesehatan telah disiapkan. “Kami laporkan hasil tinjauan kepada Bapak Bupati, kita semua berharap agar perekonomian kembali berjalan, dengan mulai dibukanya objek wisata kita harapkan perekonomian kembali berputar, tetapi tetap ada syarat-syarat yang harus dipenuhi terlebih dahulu,” tandas Kadisparda Gianyar. (Manik Astajaya/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.