Kabid Bina Marga PUPRPKP Tabanan I Gede Partana. (BP/bit)

TABANAN, BALIPOST.com – Proyek fisik di KabupatenTabanan di masa pandemi COVID-19 terpaksa dihentikan, lantaran adanya rasionalisasi anggaran yang difokuskan untuk penanganan virus tersebut. Lantaran tak ada proyek fisik, Dinas PUPRKP Tabanan memfokuskan kegiatan pada pembersihan bahu jalan dan pembersihan drainase.

Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUPRPKP Tabanan I Gede Partana, Senin (29/6), mengatakan, pandemi COVID-19 berdampak pada seluruh kegiatan pembangunan di Tabanan. Salah satunya kegiatan fisik pengerjaan jalan yang sumber dananya dari DAK pusat. Tahun ini semestinya ada kegiatan peningkatan jalan yang dananya bersumber dari DAK penugasan dan DAK reguler. Hanya saja pihaknya tidak bisa berbuat banyak, lantaran dana dialihkan ke penanganan wabah COVID-19.

Menurutnya, penanganan COVID-19 menjadi skala prioritas karena menyangkut masalah kesehatan masyarakat. Meski proyek fisik nihil, Dinas PUPRKP tetap menjalankan tupoksinya, salah satunya pemeliharan jalan. Namun lagi-lagi untuk pemeliharaan jalan yang awalnya telah dianggarkan Rp 3,1 miliar terkena rasionalisasi sehingga hanya tersisa Rp 1,7 miliar. “Pemeliharan jalan tidak ada. Anggaran ini kami gunakan untuk kegiatan perabasan bahu jalan dan pembersihan drainase menyebar di sepuluh kecamatan,” terangnya.

Tidak hanya kegiatan fisik pengerjaan jalan, kegiatan lainnya seperti pemeliharaan LPJU juga hanya sampai sebatas pengadaan lampu LED dari tiga usulan yang sebelumnya diajukan yakni, pengadaan lampu LED, pemeliharaan LPJU dan meterisasi LPJU. “Yang sudah terealisasi hanya pengadaan lampu LED saja. Untuk pemeliharaan, dari anggaran Rp 2 miliar setelah direalokasi menjadi Rp 995 juta lebih. Sementara untuk meterisasi tidak teralokasi anggarannya,” pungkasnya. (Puspawati/Balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.