Petugas melakukan vaksin pada anjing di Mendoyo Dauh Tukad setelah diketahui adanya kasus rabies di desa tersebut. (BP/Olo)

NEGARA, BALIPOST.com – Sedikitnya sembilan warga di Desa Mendoyo Dauh Tukad, Kecamatan Mendoyo digigit anjing yang diketahui positif rabies. Anjing rabies yang sejatinya hewan peliharaan warga ini diketahui telah menggigit satu keluarga tersebut pada pekan lalu.

Warga yang digigit anjing peliharaan itu diantaranya, suami istri Putu Agus Eka Putra (30) dan Ni Komang Ayu Mei (29), Komang Udiana (17), Ketut Weter (70), Kadek Sunarma (38) dan dua balita serta dua orang tetangga berumur sembilan tahun. Anjing yang menggigit diketahui merupakan anjing kecil yang merupakan peliharaan keluarga tersebut. Dari informasi, kesembilan warga ini digigit antara tanggal 15 Juni hingga 17 Juni lalu.

Karena kondisi anjing sangat beringas dan tidak seperti biasanya, maka petugas dari Dinas Peternakan Jembrana mengambil sampel otak anjing itu. Hingga pada Minggu (21/6) lalu, hasil lab pemeriksaan sampel otak anjing peliharaan tersebut diketahui positif. “Sebelumnya memang sempat anjing peliharaan kami itu berkelahi dengan anjing liar,” ujar Eka Putra kepada wartawan Senin (22/6).

Baru sekitar seminggu setelah berkelahi itu, anjing peliharaan itu mengamuk dan menggigit sejumlah keluarganya. Termasuk anak-anak di sekitar rumah. Pemilik tidak terlalu curiga karena anjing itu masih kecil. Warga mengaku di gigit di kaki dan tangan.

Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner pada Dinas Pertanian dan Pangan Jembrana, Wayan Widarsa dikonfirmasi terpisah membenarkan adanya hasil lab sampel otak anjing yang dicurigai itu positif rabies.  Menindaklanjuti hal tersebut, Dinas akan melakukan vaksinasi massal di sekitar lokasi. Dengan kondisi ini, maka Desa ini masuk wilayah zona merah rabies di Jembrana. Dari total vaksinasi yang dilakukan hingga Senin kemarin menurutnya sudah ada 101 ekor anjing. Dan ada enam ekor anjing liar yang di euthanasia. “Bulan Februari lalu disini juga (Desa Mendoyo Dauh Tukad) ada kasus positif juga di Banjar Tengah dan sudah juga dilakukan respon sesuai protap,” terangnya.

Menurutnya selama tahun 2020 di Kabupaten Jembrana tercatat ada empat kasus gigitan anjing positif rabies. Lebih lanjut, dijelaskan bahwa dua kejadian di Desa Mendoyo Dauh Tukad, di Kelurahan Sangkaragung dan di Desa Tuwed, Kecamatan Melaya (Surya Dharma/Balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.