Achmad Yurianto. (BP/kmb)

DENPASAR, BALIPOST.com – Kasus positif COVID-19 di Bali masih menunjukkan penambahan. Pada Sabtu (20/6), jumlah kasusnya mencapai angka puluhan dan kumulatifnya melampaui 1.000 kasus.

Dari data per pukul 12.00 WIB, kumulatif kasus COVID-19 Bali 1.013 kasus. Terdapat 37 kasus baru dilaporkan dalam 24 jam terakhir.

Kabar buruk lainnya, terdapat tambahan 1 pasien meninggal. Sehingga totalnya ada 7 kasus meninggal.

Untungnya masih ada penambahan pasien sembuh mencapai 20 orang. Kumulatif kasus sembuh sebanyak 586 orang.

Spesimen Diperiksa

Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan COVID-19, Achmad Yurianto, dalam konferensi pers streamingnya, menyebutkan per pukul 12.00 WIB, sudah diperiksa sebanyak 19.917 spesimen. Total sudah ada 621.156 spesimen yang diperiksa.

Tes spesimen menggunakan metode Polymerase Chain Reaction (PCR) dan Test Cepat Melokuler (TCM). Dari tes tersebut, masih ada penambahan kasus positif sebanyak 1.226 orang sehingga kumulatifnya mencapai 45.029 kasus.

Jika diperhatikan, ada 5 provinsi yang jumlah kasus COVID-19 cukup besar. Yakni Jawa Timur sebanyak 394 positif baru, DKI Jakarta 180 positif, Sulawesi Selatan sebanyak 112 positif baru, Jawa Tengah 98 kasus baru, dan Kalimantan Selatan 83 kasus baru.

Ia pun mengatakan ada 19 provinsi melaporkan kasus baru di bawah 10. Sebanyak 7 tidak ada tambahan kasus.

Ditegaskan, penambahan sangat signifikan di beberapa daerah dikarenakan kontak tracing lebih agresif dilakukan. “Ini adalah upaya kita untuk menjawab bahwa pemeriksaan harus dilakukan secara massif. Pemeriksaan ini penting untuk ditujukan menemukan penyakit di masyarakat,” katanya.

Yurianto melanjutkan untuk yang sehat ada penambahan 534 orang sembuh sehingga totalnya menjadi 17.883 pasien. Kasus meninggal bertambah 56 orang sehingga total kasus menjadi 2.429 orang.

Ia pun mengatakan jumlah orang dalam pemantauan (ODP) yang saat ini masih dalam pemantauan sebanyak 37.336 orang. Sementara pasien dalam pengawasan (PDP) mencapai 13.150 orang.

Seluruh provinsi di Indonesia sudah terdampak. Sebanyak 438 kabupaten/kota telah terdampak kasus ini.

Kembali ditekankan, penambahan kasus disebabkan kontak tracing lebih agresif disertai pemeriksaan massif agar tidak terjadi sumber penularan di tengah masyarakat. “Kita harus meningkatkan lagi komitmen untuk melaksanakan protokol kesehatan,” tegasnya.

Ia mengatakan menjaga jarak agar tidak tertular. Menggunakan masker adalah cara teraman untuk melindungi diri dari penyebaran virus ini. Kebiasaan mencuci tangan akan menjadi pelengkap dari kemungkinan cemaran COVID-19 yang secara tidak sengaja dipegang. “Kita menggunakan masker karena ingin aman, bukan karena takut didenda atau kena sanksi,” ungkapnya.

Yurianto pun mengingatkan bahwa dibukanya kembali aktivitas ekonomi bukan berarti harus dimaknai dengan euforia. “Mari bersama-sama kita mengukuhkan kembali komitmen kita. Bergotong royong, peduli, dan mengingatkan semuanya untuk menjalankan protokol kesehatan,” ajaknya. (Diah Dewi/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.