Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati. (BP/Istimewa)

DENPASAR, BALIPOST.com – Pemprov Bali akan memulai tatanan era baru pada 9 Juli. Untuk awal, pembukaan secara lokal Bali seluruhnya secara resmi untuk sektor di luar pendidikan dan pariwisata

Seiring dengan adanya rencana itu, seluruh persiapan akan dilakukan. Hotel-hotel di Bali memang sudah menyatakan kesiapan untuk memasuki tatanan kehidupan era baru. Terutama yang tergabung dalam PHRI khususnya pada kawasan tertentu seperti Nusa Dua dan lebih spesifik lagi yang ikut dalam international chain hotel. “Mereka sudah siap semua, namun demikian tentu nanti tingkat kesiapannya, dari pemerintah juga akan ngecek. Tidak bisa mereka hanya bilang siap, tanggung jawabnya besar sekali bagi Pemprov Bali,” ujar Wakil Gubernur Bali, Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati usai mengikuti Rapat Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Provinsi Bali di Jayasabha, Denpasar, Jumat (19/6).

Baca juga:
Selama Ini Cuma Jadi Obyek, Ini Upaya Bali Bangun Pariwisata di Era "New Normal"

Menurut pria yang akrab disapa Cok Ace ini, Gubernur akan membentuk tim untuk mengecek kesiapan hotel. Tim terdiri dari unsur asosiasi pariwisata dan pemerintah meliputi Dinas Kesehatan dan Dinas Pariwisata.

Protokol tatanan kehidupan era baru di sektor pariwisata saat ini sudah siap dan tinggal dilaunching oleh Gubernur. “Mereka (pihak hotel/kalangan pariwisata, red) juga punya spesifikasi sendiri-sendiri, sesuai dengan chain hotelnya. Mereka juga punya ketentuan-ketentuan,” jelas Ketua PHRI Bali ini.

Baca juga:
Jelang Sertijab, Ini Dilakukan Dandim Badung

Cok Ace menambahkan, di Bali sebetulnya tidak ada penutupan hotel. Namun, hotel tutup karena tidak ada tamu yang datang. Sedangkan untuk mendatangkan tamu, kebijakannya ada di pemerintah pusat. Salah satunya dengan membuka airport. (Rindra Devita/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.