I Gede Dewa Rai. (BP/Istimewa)

DENPASAR, BALIPOST.com – Kasus positif COVID-19 khususnya di Kota Denpasar menunjukkan tren peningkatan. Jumlahnya dalam dua hari terakhir mencapai angka 30 puluhan kasus. Seluruhnya pun berjenis transmisi lokal.

Atas kondisi ini, Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) COVID-19 Kota Denpasar I Dewa Gede Rai, Kamis (18/6), meminta masyarakat jangan langsung panik melihat peningkatan kasus. “Waspada itu kan kewajiban bersama, panik jangan. Dan jangan baru lihat angka kita langsung kaget, tapi lihat juga jumlah spesimen yang dilaksanakan tes, sehingga persentasenya jelas,” kata Dewa Rai.

Baca juga:  Ini, Lokasi di TNBB yang Rawan Kebakaran

Lebih lanjut ia mengimbau masyarakat agar jangan cepat menyimpulkan peningkatan pasien positif COVID-19 menunjukkan kondisi semakin parah. Pasalnya, kenaikan kasus positif COVID-19 sebanding dengan peningkatan jumlah tes swab yang dilakukan secara masif dan massal. “Kasus positif bertambah tinggi karena memang jumlah pemeriksaan pun bertambah tinggi. Hasil tracing dilakukan secara agresif dan itu yang menjadi fokus GTPP COVID-19 Kota Denpasar saat ini yaitu menemukan kasus, sehingga penanganan dan upaya pencegahan dapat dimaksimalkan,” jelasnya

Dewa Rai mengatakan bahwa jika persentase kenaikan sama dengan bulan lalu, maka sebetulnya tidak ada kenaikan. Sebab kapasitas tes Corona juga bertambah. “Jadi perandaiannya begini, jika tes dilaksanakan kepada 10 spesimen, dan hasilnya 5 spesimen positif COVID-19, maka persentase hasilnya akan sama dengan 50 spesimen yang dites dan hasilnya 25 spesimen positif, begitu,” jelasnya.

Baca juga:  Bali Masuk 10 Besar Jumlah Pasien COVID-19, Ini Peringkatnya

Menurut dia, kenaikan jumlah kasus disebabkan contact tracing dan pemeriksaan yang dilakukan Dinas Kesehatan semakin masif. Bahkan, pemerintah melakukan pemeriksaan terhadap orang tanpa gejala. “Saat ini kasus positif COVID-19 di Kota Denpasar sebanyak 277 orang, dan jumlah tes yang dilaksanakan sudah mencapai 3.965 orang, inilah yang menyebabkan peningkatan kasus, namun dari persentase sejatinya masih stagnan dari bulan sebelumnya,” kata Dewa Rai.

Baca juga:  Perayaan Imlek, Warga Tionghoa Padati Konco

Selain itu, akses mendapat tes Corona semakin luas. Dulu, pemeriksaan hanya melalui rumah sakit dan fasilitas kesehatan yang direkomendasikan oleh pemerintah. Namun dekarang pihak swasta, komunitas dan berbagai sektor juga sudah banyak melaksanakan tes mandiri, mulai dari rapid tes dan swab tes. (Asmara Putera/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.