Wabup Kasta saat melayat ke rumah duka di Desa Tegak.(BP/Gik)

SEMARAPURA, BALIPOST.com – Kepergian Wayan Kabar Arnaya (60) menimbulkan duka mendalam bagi pihak keluarga. Tidak ada yang menyangka Kabar akan meninggalkan seluruh keluarga, setelah minum tuak.

Apalagi, Kabar sudah terbiasa minum di Warung Gede Sadia, di Banjar Kaja Kangin, Desa Tegak, Kecamatan Klungkung. Sebelum meninggal, Kabar sempat merasakan aneh pada rasa tuaknya itu.

Bahkan, setelah menenggaknya, Arnaya sempat muntah darah, dengan kondisi bagian tenggorokan seperti terbakar.

Ditemui di rumah duka di Desa Tegak, rumah duka nampak ramai oleh para kerabatnya, Selasa (16/6). Sejumlah warga juga nampak melayat.

Tidak ketinggalan, Wakil Bupati Klungkung Made Kasta bersama istrinya juga sempat melayat ke lokasi menyampaikan bela sungkawa. Ipar korban Made Pujawan, menerangkan Kabar sehari-hari sesungguhnya sudah terbiasa minum tuak di sana.

Setelah merasakan tuaknya pahit, Kabar merasakan tenggorokannya seperti terbakar. Dia sempat berhenti minum dan mencari air putih untuk mendinginkan tenggorokannya yang seperti terbakar.

Tetapi, ia langsung tersungkur tak sadarkan diri. Setelah dibawa ke RSUD Klungkung, Kabar dipastikan sudah meninggal. “Kabar sudah meninggal. Tidak ada yang perlu dipersoalkan lagi. Kalau pun dipersoalkan karena keracunan, itu tidak akan mengubah keadaan. Makanya kami memilih mengikhlaskanya dan segera memproses jenazahnya dengan baik, agar Kabar dapat beristirahat dengan tenang,” kata Pujawan.

Kabar meninggalkan satu istri Wayan Murtini, tiga anaknya Gede Yoga Sanjaya, Kadek Desi Antari dan Komang Diah Agustini serta enam cucunya. Sehari-hari, Kabar bekerja membantu istrinya berjualan.

Istri Kabar, Murtini menambahkan, sebelum adanya peristiwa ini, memang tidak ada firasat apapun. Tetapi, ada tanda-tanda aneh dari keseharian Kabar.

Dia belakangan sangat baik kepada semua orang yang pernah ditemuinya. Tetapi, hal itu tidak membuat Murtini curiga. Dia juga mengaku sudah mengikhlaskan kepergian suaminya.

Direktur RSUD Klungkung dr. Nyoman Kesuma, menerangkan untuk korban lainnya Kadek Ariana alias Jro Meling (40) kondisinya sudah membaik. Dia mengalami intoksitasi alkohol atau keracunan alkohol.

Tetapi, dia masih bisa selamat dari maut, setelah dilakukan cuci lambung. Kesuma menegaskan, biasanya kadar alkohol itu maksimal 15 ml per darah.

Lebih dari itu, akan berdampak buruk pada organ dalam, sehingga bisa overdosis dan mengancam nyawa yang mengkonsumsinya.

Wabup Kasta kepada pihak keluarga menyampaikan duka mendalam. Kasta mengaku cukup mengenal sosok Kabar dan keluarganya.

Dia meminta semua anggota keluarga yang ditinggalkan bisa tabah dan mengikhlaskan kepergian Kabar. Dia berharap persoalan ini menjadi pelajaran berharga bagi warga lainnya. Selain itu, dia juga berharap warga lainnya yang sedang dirawat di RSUD Klungkung, bisa segera diberikan kesembuhan. (Bagiarta/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.