Warga tukarkan sampah dengan baju dan peralatan rumah tangga di Banjar Jangkahan, Desa Batuaji, Kecamatan Kerambitan, Tabanan, Minggu (14/6). (BP/Bit)

TABANAN, BALIPOST.com – Berbagai cara dilakukan untuk mengajak masyarakat peduli akan lingkungan, khususnya terhadap penanganan sampah plastik. Salah satunya seperti yang dilakukan warga banjar Jangkahan dan banjar Penulisan, Desa Batuaji, Kerambitan Tabanan. Disini mereka melakukan aksi menukar sampah plastik dengan pengumpulan poin. Jika sudah terkumpul banyak, poin yang didapatkan tersebut bisa ditukarkan dengan barang-barang yang disediakan seperti baju dan peralatan dapur.

Aksi tukar sampah plastik dengan barang ini digagas oleh I Made Janur Yasa, asal desa setempat. Dilatarbelakangi kepeduliannya agar tanah kelahirannya bebas dari sampah plastik, ia pun memiliki ide tersebut. Awalnya sebelum ada keinginan menukarkan poin dengan baju atau peralatan dapur, satu kilogram sampah bersih ditukar dengan satu kilogram beras. Dengan cara ini diharapkan masyarakat terbiasa memungut sampah.

Baca juga:  Bangli Komit Jaga Sumber Air Bali

“Tidak ada keinginan saya berbuat ini agar bisa terkenal, melainkan murni untuk mengajak warga sekitar terbiasa peduli akan sampah khususnya sampah plastik,”ucapnya, Minggu (14/6).

Kata dia, selain masyarakat yang membawa sampah bisa tukarkan beras, Janur Yasa kembali buat terobosan sampah bisa ditukarkan dengan baju dan alat rumah tangga. Termasuk sampah bisa ditukarkan dengan alat tulis. “Agar anak-anak juga ikut peduli lingkungan, misalnya saja selesai makan snack bisa sampahnya dikumpulkan dan bisa ditukar dengan alat tulis,” jelas Janur Yasa.

Baca juga:  Marak, Pembuangan Sampah di Hutan Kintamani

Menurutnya segala jenis baju, peralatan dan alat tulis yang disiapkan sebagai hadiah buat masyarakat yang sudah rajin kumpulkan sampah merupakan kerjasama dari para donatur. Bahkan jenis hadiah yang disiapkan akan terus ditingkatkan seperti pakaian bayi.

Kini dengan aksinya yang menggandeng Sekaha Teruna STT DWI Tunggal sudah berhasil mengumpulkan sampah sekitar 4 ton sejak tanggal 3 Mei-14 Juni. Sampah yang terkumpul akan dipilah, dan yang tidak bisa digunakan baru dibuang ke TPA. (Puspawati/Balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.