Petugas kesehatan menaruh spesimen untuk tes Swab PCR. (BP/eka)

DENPASAR, BALIPOST.com – Temuan kasus positif Covid-19 terhadap belasan pedagang di Pasar Kumbasari Malam dan Pasar Gunung Agung, menjadi perhatian jajaran dewan. Karena itu, Pemkot Denpasar memperluas cakupan tes swab agar bisa mempercepat penanganan. Terutama di kalangan pedagang pasar yang sangat rentan tertular.

Hal ini ditegaskan anggota DPRD Denpasar, A.A Susruta Ngurah Putra, Rabu (10/6) menyusul banyaknya kasus positif hasil tes swab di pasar kumbasari. Dia menyarankan agar jam buka pasar ditinjau kembali agar masyarakat punya waktu yang lebih luas ke pasar. Kalau dibatasi, potensi terjadi penumpukan sangat besar dan rawan menjadi cluster baru penularan Covid-19.

Sementara itu, Pemkot Denpasar sesuai arahan Pemerintah Pusat untuk melaksanakan deteksi awal kasus Covid-19 di daerah ditindaklanjuti serius. Dengan menggandeng Fakultas Kedokteran Universitas Udayana RSPTN Unud dan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kota Denpasar, Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Kota Denpasar secara berkelanjutan terus melaksanakan tracking, screening dan testing masal berupa rapid tes dan swab tes berbasis PCR.

Juru Bicara GTPP Covid-19 Kota Denpasar, I Dewa Gede Rai saat dikonfirmasi Rabu (10/6) di ruang Press Room Kantor Walikota menjelaskan bahwa Pemkot Denpasar berkomitmen untuk mendukung percepatan penanganan Covid-19. Selain upaya pencegahan yang terus dimaksimalkan, penemuan kasus juga menjadi kunci utama penanganan medis maupun pencegahan dini penularan Covid-19.

“Tes massal baik rapid tes maupun swab tes terus kami maksimalkan untuk menemukan kasus dan mengantisipasi penyebarannya, sehingga kedepannya masyarakat dapat lebih cepat berproduktivitas dan aman dari Covid-19,” ujar Dewa Rai.

Lebih lanjut dikatakan, hingga saat ini Pemkot Denpasar telah melakukan tes baik rapid maupun swab kepada 3.426 warga di Denpasar. Mereka yang dites ini merupakan warga asli Denpasar maupun warga luar Denpasar yang masuk ke Kota Denpasar

Dewa Rai mengatakan bahwa pelaksanaan tes di Denpasar ini telah melampaui ketentuan dari WHO. Di mana ketentuan dari WHO, tes dilaksanakan minimal 1 per 1000 jumlah penduduk.

“Jika mengikuti ketentuan WHO, jumlah penduduk Denpasar 962 ribu jiwa, sehingga minimal yang dites 2.500 jiwa. Ini jadinya sudah melampaui ketentuan tersebut,” kata Dewa Rai.

Dewa Rai menambahkan, tes sejumlah 3.426 warga ini dilakukan hanya dilakukan oleh Pemkot Denpasar. Selain itu, adapula pihak swasta yang melakukan tes secara mandiri. “Kalau ditambah dengan yang dilakukan pihak swasta, jadi sudah melebihi standar WHO. Pelaksanaan testing secara masif dilakukan karena kasus transmisi lokal semakin meningkat, jadi kegiatan testing massal ini adalah juga merupakan strategi untuk menyetop transmisi lokal,” katanya.

“Jika ada pertanyaan mengapa kasus positif Covid-19 di Kota Denpasar cenderung mengalami peningkatan, hal ini lantaran screening, testing dan tracking yang dilanjutkan dengan swab tes massal yang digelar secara masif, sehingga klaster penyebaran dapat terindentifikasi, dan penanganan serta pencegahan dapat dilaksanakan secara tepat sasaran,” pungkasnya. (Asmara Putera/Balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.