Petugas mengambil spesimen untuk tes swab PCR. (BP/eka)

DENPASAR, BALIPOST.com – Angka transmisi lokal Covid-19 di Bali belakangan terus mengalami peningkatan, bahkan sampai menggeser dominasi imported case pekerja migran. Peningkatan transmisi lokal utamanya nampak di empat kabupaten/kota yakni Denpasar, Badung, Tabanan, dan Klungkung.

“Kemudian, munculnya kasus baru Covid-19 ini sebagian besar tanpa menunjukkan gejala atau orang tanpa gejala (OTG) sehingga betul-betul tidak kelihatan apakah orang ini dalam status terkena Covid-19 atau tidak,” ujar Gubernur Bali Wayan Koster saat memberikan keterangan pers di Jayasabha, Denpasar, Senin (8/6).

Jika tidak dilakukan rapid test atau uji swab berbasis PCR, lanjut Koster, maka tidak bisa diketahui apakah yang bersangkutan terkena Covid-19 atau tidak. Saat ini, Pemprov Bali sedang menggiatkan rapid test dan uji swab. Terutama bagi yang bersentuhan dengan pasien positif Covid-19 serta para pelaku perjalanan.

“Sehingga kelihatan memang kalau kita aktif melakukan satu upaya rapid test dan swab, itu ketemunya yang positif jadinya meningkat,” jelasnya.

Menurutnya, ini merupakan satu hal bagus karena kondisi masyarakat yang berpotensi menularkan penyakit kepada orang-orang disekitarnya dapat diketahui sejak dini. Kendati, penambahan kasus yang terkonfirmasi positif tetap harus dikendalikan. Bila dibandingkan provinsi lain, penambahan kasus di Bali relatif kecil.

“Hal ini dibuktikan dengan dulu Provinsi Bali itu masuk ke dalam kelompok 10 besar di urutan ke-7 jumlah kasus positifnya. Sekarang kita sudah berada di posisi urutan ke-13,” paparnya.

Koster menambahkan, masyarakat harus lebih giat dan lebih semangat lagi menerapkan protokol kesehatan. Pasalnya, ada kecenderungan menurunnya disiplin masyarakat. Dari pantauannya di lapangan, masih ada kerumunan dan masyarakat yang tidak melakukan jaga jarak serta tidak memakai masker.

Hal ini berpotensi terjadinya penularan oleh OTG yang sudah terjangkit Covid-19. Penerapan protokol kesehatan dengan ketat dan disiplin harus menjadi sikap kolektif demi keselamatan dan kesehatan bersama.

“Kondisi pandemi Covid-19 merupakan masalah kita bersama. Sedikit pun kita tidak boleh merasa bosan, tidak boleh ada rasa jenuh, tidak boleh ada rasa putus asa, tidak boleh saling menyalahkan, sing dadi bengkung, sing dadi meboya,” tegasnya. (Rindra Devita/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.