Drs. Gede Suyasa, M.Pd. (BP/Istimewa)

SINGARAJA, BALIPOST.com – Seorang pasien positif COVID-19 di Buleleng hingga saat ini masih dirawat. Pasien yang berkode 41 itu merupakan seorang lanjut usia (lansia) dan sudah menjalani perawatan sejak 2 Mei 2020.

Menurut Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) COVID-19 Buleleng, Drs. Gede Suyasa, M.Pd, Minggu (7/6), saat ini pasien itu merupakan yang terlama menjalani perawatan. Bahkan, dari 17 kali test swab PCR hasilnya masih positif.

Ia mengutarakan tim medis telah berkordinasi dengan Dinas Kesehatan (Diskes) Buleleng dan diteruskan ke Diskes Provinsi Bali untuk melakukan langkah lanjutan untuk penanganan pasien yang dirawat dalam waktu lama. “Kondisinya tergolong baik dan tidak ditemukan adanya penyakit penyertaan. Tim medis selalu koordinasi baik ke Diskes dan ke provinsi, untuk memecahkan penyebab pasien yang tergolong lama belum juga bisa disembuhkan,” jelasnya.

Sebelumnya, pasien yang dikarantina di RSP Giri Emas ini pernah memperoleh hasil swab negatif. Yaitu pada tes ke-14. Namun, test ke-15 hingga 17 semuanya dinyatakan positif.

Sementara itu, Suyasa mengatakan, perkembangan temuan kasus penularan COVID-19 di Kecamatan Seririt, telah ditelusuri 86 orang yang diketahui memiliki keterkaitan dengan penularan COVID-19. Jumlah itu terdiri dari 12 orang pernah melakukan kontak langsung dengan pasien kode 88.

Dari jumlah itu baru 5 orang yang berhasil dirapid test berbasis antibodi, hasilnya non reaktif. Sisanya, masih menunggu jadwal rapid test berikutnya.

Selain itu ada 5 orang yang memiliki riwayat pernah kontak erat dengan pasien 84 setelah dirapid test hasilnya juga non reaktif. Ada juga 27 orang yang juga pernah kontak langsung dengan pasien 90 yang masih menunggu jadwal rapid test.

Sedangkan ada 27 orang lagi pernah berinteraksi dengan pasien 86 dengan hasil rapid test nonreaktif. Ada 14 orang lagi pernah kontak dengan pasien 87 setelah dilakukan rapid test hasilnya nonreaktif. “Kalau dari segi wilayahnya memang yang di-tracing dan dilanjutkan rapid test ini berasal dari Kecamatan Seririt,” tegasnya. (Mudiarta/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.