Petugas akan melakukan pemeriksaan terhadap pasien COVID-19 di RSU Negara. (BP/Istimewa)

NEGARA, BALIPOST.com – Kasus transmisi lokal di Jembrana hingga saat ini berjumlah 1 orang. Meski hanya 1, pasien yang dirawat sejak 4 April 2020 itu belum juga dinyatakan sembuh setelah dua bulan dirawat.

Menurut Direktur RSU Negara dr IGB Ketut Oka Parwata, Jumat (5/6), RSU Negara masih merawat sebanyak 11 pasien COVID-19. Dari jumlah itu, lima orang merupakan PDP dan 6 orang positif COVID-19.

Dari 6 orang pasien positif itu, turut dirawat pasien asal Kelurahan BB Agung, Negara, yang juga kasus transmisi lokal satu-satunya di Jembrana. “Pasien itu sudah menjalani perawatan sejak 4 april 2020. Artinya sudah lebih dua bulan berada di ruang isolasi. Bahkan  pemeriksaan swab sudah dilakukan sebanyak 19 kali,” ungkap Parwata.

Terkait penanganan lanjutan, Parwata menjelaskan ada rencana untuk merujuk pasien itu ke RS PTN Unud. Menurutnya, secara alat dan tenaga (dokter ahli) RSU Negara sangat memadai dalam penanganan COVID-19.

Ruangan juga masih mencukupi, terbaru sudah ada tambahan 10 bed. Satu pasien yang diketahui transmisi lokal ini memang cukup lama penanganannya. “Penyakit ini yang terus berkembang, sehingga perlu juga kita rujuk ke fasilitan kesehatan yang lebih tinggi. Artinya pasien akan mendapat penanganan dan layanan lebih intensif, lebih lengkap dan lebih banyak. Tenaga ahli yang menangani juga lebih banyak,” kata Parwata.

Namun untuk melakukan rujukan ini pihak RSU juga akan meminta persetujuan dari pasien. Selain itu, kata dia, sudah ada obat baru yang sementara ini terbatas didistribusikan di RS PTN Unud saja, belum ke RS Rujukan lainnya. “Kita ingin coba rujuk ke fasilitas kesehatan lebih tinggi. Tapi sebelumnya dilakukan KIE (komunikasi, informasi, edukasi) dulu ke pasien bersangkutan. Apabila beliau setuju , langsung kita lakukan rujukan,” terangnya. (Surya Dharma/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.