Petugas dan pecalang menjaga pintu masuk selatan Jalan Meduri, Denpasar, Jumat (5/6) kemarin. Penjagaan ketat dilakukan pihak banjar dan desa di pintu-pintu masuk jalan tersebut, untuk membatasi kegiatan masyarakat dan membatu proses isolasi diri beberapa warganya. (BP/eka adhiyasa)

DENPASAR, BALIPOST.com – Akses masuk Jalan Meduri Kelurahan Sumerta, Dentim dijaga Tim Gugus Tugas Gotong Royong (Satgas) dan Solidaritas Percepatan Penanganan COVID-19 Kelurahan Sumerta. Ini merupakan buntut dari salah satu keluarga yang ada di wilayah tersebut terkonfirmasi positif COVID-19.

Petugas melakukan penjagaan dan menanyakan tujuan masyarakat yang hendak masuk ke wilayah itu, Jumat (5/6).

Lurah Sumerta, I Wayan Eka Apriana, yang dikonfirmasi mengatakan Jalan Meduri tidak ditutup total, namun dibatasi orang yang datang. ”Sesuai kondisi di lapangan berdasarkan hasil paruman internal prajuru Banjar Abian Kapas Kaja, bersama Kaling dan Sekcam Dentim, Jalan Meduri tidak ditutup total tapi dibatasi ketat dengan pengalihan arus ke jalan alternatif. Tetapi untuk areal menuju kediaman warga (keluarga dokter-red) yang di isolasi masih bisa dilalui dari akses Jalan Meduri selatan yang dijaga Satgas Lingkungan dan pecalang banjar secara selektif yang dikhususkan bagi penghuni,” kata Eka Apriana.

Ditambahkannya, dari sebelah utara akses jalan Meduri di dekat areal kediaman warga yang terkonfirmasi positif COVID-19 masih bisa dilalui melalui Jalan Subita yang tembus ke Gang V dan Gang Sudamala. ”Tidak ada istilah penutupan penuh, tapi pengalihan arus yang nantinya lebih diperketat untuk pengawasan keluar masuk masyarakat yang tidak berkepentingan,” ujarnya.

Sementara hasil traciing keluarga dokter, sejauh ini yang sudah terkonfirmasi positif sudah dirawat di rumah sakit. Untuk keluarganya dari hasil tracing, hasil test swab pertama untuk tiga orang yang terdiri dari bapak kandung dokter (72), anak kandung kedua dokter (1) dan pembantu rumah tangga (25) hasilnya negatif.

Selanjutnya, mereka di isolasi dalam satu rumah di Jalan Meduri untuk memudahkan pengawasan. Mereka juga akan dilakukan swab kedua nantinya.

”Isolasi mandiri selama 14 hari, tiga orang yang diisolasi mandiri ini diberikan bantuan sembako sementara sesuai protokol kesehatan. Untuk pengalihan arus dilakukan selama masa isolasi mandiri 14 hari, dan melihat perkembangan lebih lanjut anggota keluarga yang kita isolasi mandiri ini,” tandasnya. (Eka Adhiyasa/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.