Petugas ber-APD melakukan evakuasi jenazah karyawan restoran China yang mengaku sesak sebelum meninggal. (BP/Istimewa)

DENPASAR, BALIPOST.com – Terkait jenazah karyawan restoran China, Bayu Agung Setiawan (26), asal Nganjuk, Jawa Timur, pihak RSUP Sanglah sudah melakukan pemeriksaan luar. Namun dari hasil pemeriksaan luar, tidak ditemukan adanya bekas luka atau bekas kekerasan.

Menurut Dr. Dudut Rustyadi SpF selaku Dokter Spesialis Forensik, setelah dibawa ke kamar jenazah RSUP Sanglah, langsung dilakukan pemeriksaan luar. Namun demikian, pihaknya menyebutkan, tidak ditemukan adanya bekas luka. “Dari pemeriksaan luar, tidak ditemukan bekas luka,” katanya saat dikonfirmasi, Kamis (4/6).

Lebih lanjut dikatakan, dalam suasana COVID-19, terkait prosedur pengambilan sampel Swab, sampai saat ini memang belum dilakukan. “Untuk Swab, menunggu permintaan dari keluarga,” katanya singkat.

Untuk bisa menyimpulkan penyebab kematian, kata dia, belum bisa ditentukan melalui pemeriksaan luar. Untuk itu, terkait dengan proses otopsi juga masih menunggu koordinasi  dari pihak keluarga. “Ya kan diterima dalam keadaan sudah meninggal dan belum diotopsi. Swab saja tidak bisa menyimpulkan sebab kematian tanpa dilakukan otopsi,” bebernya.

Sebelumnya, tim PMI Badung mengenakan APD lengkap mengevakuasi jasad karyawan restoran China, Bayu Agung Setiawan (26) di Klinik Rahayu Asih, Jalan Uluwatu II, Jimbaran, Kuta Selatan (Kutsel), Rabu (3/6) malam. Sebelum meninggal, korban asal Nganjuk, Jawa Timur, sempat muntah-muntah dan mengeluh dadanya sesak.

Kasubbag Humas Polresta Denpasar Iptu Ketut Sukadi, Kamis (4/6) mengatakan, menurut dokter jaga klinik tersebut, korban datang dalam keadaan mulut mengeluarkan busa. “Diyakini korban sudah meninggal dunia dalam perjalanan ke klinik,” kata Iptu Sukadi. (Yudi Karnaedi/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.