Sejumlah pintu masuk ke Pantai Kuta dipagari pihak Desa Adat Kuta. (BP/eka)

MANGUPURA, BALIPOST.com – Penutupan objek wisata di Kabupaten Badung telah berakhir, Jumat (29/5). Namun, pemerintah setempat belum memutuskan keberlanjutan kebijakan tersebut.

Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Badung I Made Badra, sebelumnya menyampaikan belum berani mengambil kebijakan sebelum ada petunjuk dari Pemerintah Provinsi Bali. “Makanya, kami sudah koordinasi dengan pengelola objek wisata di Badung, kami sampaikan jika belum ada petunjuk dari provinsi. Sehingga, tetap tutup,” katanya.

Walau begitu, rencananya akan melonggarkan sedikit aktivitas di pantai. Sebagai persiapan untuk membuka kembali pariwisata sesuai rencana pemerintah pusat.

Tapi tentu saat akan melakukan aktivitas di pantai misalnya surfing, tetap harus mengikuti protokol di era baru ini. “Namun, yang kami longgarkan yang tidak berbayar ya, kalau yang berbayar tetap tutup, menunggu petunjuk lebih lanjut dari Pemerintah Provinsi Bali,” katanya, Jumat (29/5).

Terkait hal itu, Bendesa Adat Kuta, Wayan Wasista mengatakan, pihaknya di Kuta masih menunggu instruksi dari pemerintah. Kalau memang sudah diperbolehkan dibuka, kawasan pantai Kuta akan dibuka bertahap.

“Kalau memang ada instruksi dari pemerintah, kami akan buka perlahan. Toh juga wisatawan tidak terlalu banyak dan masih beberapa yang ada di Kuta,” ujarnya saat dikonfirmasi, Sabtu (30/5).

Diakuinya, saat ini aktivitas di Pantai Kuta sudah agak dilonggarkan. Namun sebatas kepada warga sekitar saja. Dikatakan, saat ini sudah mulai banyak warga sekitar yang beraktivitas berolahraga.

Ke depan kata Wasista, bila sudah mulai dibuka, untuk pedagang pada tahap awal, akan diajak untuk bersih-bersih dulu. Kemudian, untuk beraktivitas, akan disesuaikan dengan standar penanganan COVID-19.

Pihaknya akan menyiapkan tempat cuci tangan di setiap pintu masuk menuju Pantai Kuta. Selain itu, pedagang maupun pengunjung diwajibkan untuk menggunakan masker. “Untuk pedagang akan kami dibatasi dulu,” ujarnya.

Untuk saat ini, akses menuju pantai Kuta belum dibuka, dan masih terlihat terpasang kayu pembatas di setiap pintu masuk. Namun ada satu akses di pasar seni Kuta masih dibuka hanya untuk warga sekitar dan akses nelayan. (Yudi Karnaedi/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.