I Gusti Ngurah Supanji. (BP/bit)

TABANAN, BALIPOST.com – Cemas, panik dan stres berlebihan rentan terjadi di tengah adanya pandemi virus Corona (COVID-19). Hal ini tentu saja dikhawatirkan akan berdampak pada penurunan sistem kekebalan tubuh, yang merupakan faktor penting untuk menghadapi virus ini.

Oleh sebab itu, stres perlu dikelola dengan baik agar tidak menimbulkan masalah kesehatan, salah satunya dengan cara berekspresi melalui seni. Di Tabanan melalui Dinas Kebudayaan akan memfasilitasi 4 (empat) sanggar atau sekaa untuk bisa menampilkan karya seni dan memberikan hiburan kepada masyarakat. Menariknya, kesenian tersebut nantinya akan disuguhkan secara virtual atau melalui media sosial.

Kepala Dinas Kebudayaan Tabanan, I Gusti Ngurah Supanji mengatakan, untuk persiapan pementasan, keempat sanggar atau sekaa tersebut mendapatkan dana Rp 10 juta dari APBD semesta berencana Provinsi Bali. Empat sanggar atau sekaa yang diberikan kesempatan yakni Sanggar Seni Canging Mas menampilkan pertunjukan bondres.

Baca juga:
Tingkat Kesembuhan Pasien COVID-19 di Bali di Atas 65 Persen, Kadiskes Bali Buka Resepnya

Sekaa Seni Luntang Lantung menampilkan pertunjukkan prembon, Sanggar Teater Jineng menampilkan pertunjukan teater dan Sanggar Natya Praja menampilkan seni sastra. “Tabanan mendapat bagian untuk menampilkan bidang seni bondres, prembon, teater dan sastra. Melalui rapat dan data yang ada di Dinas Kebudayaan diputuskan 4 sanggar atau sekaa tersebut berdasarkan kerangka acuan kerja yang dikeluarkan oleh Propinsi Bali,” terangnya, Kamis (28/5).

Lanjut kata Supanji, pementasan seni secara virtual ini dilakukan untuk memberikan ruang bagi para seniman dan pelaku seni budaya tetap berkreasi di tengah wabah saat ini. Sekaligus memotivasi karya kreatif yang membangkitkan rasa optimisme masyarakat serta mengedepankan nilai-nilai kemanusian dan mengandung unsur hiburan. “Meski di tengah suasana pandemi, kita harus dukung seniman dalam berkreasi,” ujarnya.

Baca juga:
Produk Black Garlic Desa Babahan, Serap 600 Kilo Bawang Putih Lokal Petani

Untuk konsep pementasan dalam bentuk media virtual, diterangkan Supanji yakni dengan menanfaatkan beragam media sosial. Penggarapan dan pementasannya tetap dari rumah dan sanggar masing-masing.

Sekaa atau sanggar yang ditunjuk akan menampilkan pementasan dalam bentuk VCD dengan durasi 30-45 menit. Tema peragaan dan pementasan mengandung refleksi atau renungan, atas pandemi COVID-19, menawarkan optimisme, solidaritas social, serta menjaga persatuan dan kesatuan bangsa dalam wujud peragaan dan pementasan kesenian. “Mulai Juni mendatang, kesenian ini sudah bisa dinikmati oleh masyarakat dari rumah, saat ini masih proses persiapan,” katanya.

Baca juga:
Kumulatif Transmisi Lokal COVID-19 Sudah Lampaui 45 Persen, Posisi Teratas Kini Dipegang Dua Daerah

Dia berharap dengan diberikan ruang berkesenian, para seniman tetap semangat berkarya. Karena dengan adanya pandemi ini, aktivitas berkesenian mereka terhenti. “Mudah-mudahan yang dilakukan pemerintah dengan tetap menyelanggarakan pementasan seni secara virtual dapat memberikan hiburan dan manfaat di tengah pandemi COVID-19,” pungkasnya. (Puspawati/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.