DENPASAR, BALIPOST.com – Gara-gara wabah COVID-19, pasangan H. Husnan Rapi’i dan Hj. Siti Aminah, yang tinggal di RT II Dusun Wanasari, keadaan rumahnya usai Sholat Id, Minggu (24/5), nampak sepi. Padahal, biasanya keluarga dekatnya berdatangan dan menginap di rumahnya.

Pasangan sepuh ini berharap wabah virus corona cepat lenyap dan berakhir, sehingga keadaan normal kembali. Ditemui di rumahnya, Minggu (24/5), H. Husnan mengisahkan, tiap kali perayaan Idul Fitri, iparnya H. Siabudin yang berdinas di Istana Tampak Siring, putrinya Munawarah tinggal di Tugtug, Loloan Timur, Jembrana, serta putrinya Nur Baiti yang menikah dengan anggota TNI-AD yang menetap di Bandung rutin berkumpul bersama keluarga di Dusun Wanasari. “Namun, gara-gara wabah corona ini mereka terkena PSBB dan tidak bisa pulang,” ucap pria berusia 78 tahun ini.

Sang putri, Nur Baiti, memberikan ucapan Selamat Lebaran, sekaligus minta maaf melalui HP.

Ia menceritakan, usai Sholat Id, biasanya tamu membludak dan memenuhi rumahnya, tetapi pada lebaran 1 Syawal 1441 Hijriyah ini praktis rumahnya sepi. Padahal, H. Husnan bersama Sang Istri Hj. Siti Aminah membuka pintu lebar-lebar dan siap menerima tamu yang berkunjung ke rumahnya. “Kami menjamu tamu tetap mematuhi peraturan pemerintah, dengan mengenakan masker dan menjaga jarak,” ungkap H. Husnan.

Kendati demikian, H. Husnan tetap menyiapkan aneka jajan suguhan Hari Raya bagi mereka yang bertamu ke rumahnya, seperti anak, menantu dan cucu-cucu. Ia menilai, dampak corona ini memang suasana lebaran agak sepi melakukan silaturahmi. Apalagi, Kaum Muslim melakukan ibadah Sholat Id di rumah masing-masing. (Daniel Fajry/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.