
MANGUPURA, BALIPOST.com – Ada yang berbeda dari pembagian bantuan sosial dalam rangka menekan dampak inflasi hari raya di Kabupaten Badung. Umumnya, jumlah penerima tiap tahun alami peningkatan, namun sebaliknya bantuan sosial (bansos) hari raya Idul Fitri di Kabupaten Badung tahun ini tercatat mengalami penurunan.
Perubahan tersebut terjadi setelah Dinas Sosial Kabupaten Badung melakukan proses harmonisasi dan verifikasi data penerima bantuan.
Kepala Dinas Sosial Kabupaten Badung, I Gede Eka Sudarwitha menjelaskan bahwa penyesuaian jumlah penerima bansos merupakan bagian dari pembaruan data yang rutin dilakukan pemerintah daerah agar bantuan tepat sasaran.
Menurutnya, proses verifikasi data menemukan sejumlah kondisi yang menyebabkan daftar penerima bantuan harus diperbarui. Beberapa diantaranya meliputi adanya kartu keluarga (KK) ganda, kepala keluarga yang tidak ditemukan dalam verifikasi lapangan, penerima yang telah meninggal dunia, hingga warga yang secara sukarela menolak bantuan karena merasa kondisi ekonominya sudah lebih baik.
“Dalam proses harmonisasi data itu ada sekitar 1.245 penerima yang mengalami penyesuaian. Artinya ada yang masuk dan ada juga yang keluar dari daftar penerima,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa data penerima bantuan sosial bersifat dinamis. Oleh karena itu, jumlah penerima dapat berubah setiap tahun menyesuaikan kondisi ekonomi masyarakat serta persyaratan yang berlaku.
Warga yang sebelumnya menerima bantuan belum tentu kembali tercatat sebagai penerima pada tahun berikutnya apabila tidak lagi memenuhi kriteria yang ditetapkan oleh pemerintah. “Data penerima ini sifatnya bergerak. Ada yang keluar dan ada yang masuk, karena kami menyesuaikan dengan kondisi ekonomi serta persyaratan yang berlaku,” jelasnya.
Berdasarkan data terbaru, jumlah penerima bantuan sosial di seluruh wilayah Kabupaten Badung saat ini tercatat sebanyak 6.518 orang. Mereka tersebar di enam kecamatan yang ada di Kabupaten Badung. Pemerintah Kabupaten Badung memastikan proses pembaruan data dilakukan secara cermat dan transparan. Langkah ini bertujuan agar bantuan yang disalurkan benar-benar diterima oleh masyarakat yang berhak.
Dengan proses verifikasi yang ketat, pemerintah berharap bantuan sosial menjelang hari raya Idul Fitri dapat memberikan manfaat maksimal bagi warga yang masih membutuhkan dukungan ekonomi.
“Tujuannya agar bantuan yang diberikan pemerintah tepat sasaran, terutama bagi masyarakat yang memang masih membutuhkan dukungan menjelang hari raya Idul Fitri,” pungkasnya. (Parwata/balipost)










