Kapolresta Denpasar Kombes Pol. Leonardo D. Simatupang pimpin rakor pengamanan Nyepi dan Idul Fitri. (BP/istimewa)

DENPASAR, BALIPOST.com – Terkait pengamanan Nyepi dan Idul Fitri, Polresta Denpasar menggelar rapat koordinasi (rakor) lintas sektoral utamanya berkaitan pelaksanaan Operasi Ketupat Agung 2026, Senin (9/3) di Gedung Pesat Gatra. Operasi Ketupat Agung akan dilaksanakan selama 13 hari, mulai 13 hingga 25 Maret mendatang.

Rakor dipimpin Kapolresta Denpasar Kombes Pol. Leonardo D. Simatupang dan menyampaikan kegiatan tersebut bertujuan untuk memantapkan koordinasi dan kerja sama antarinstansi terkait. Selain itu, melakukan evaluasi terhadap berbagai kendala yang terjadi pada pengamanan tahun sebelumnya. Dengan demikian diharapkan pelaksanaan pengamanan tahun ini dapat berjalan lebih optimal dalam memberikan rasa aman, pelayanan, serta kenyamanan kepada masyarakat.

Baca juga:  Karaoke dengan Suara Musik Keras, Warga di Desa Buruan Didatangi Satpol PP

“Menciptakan situasi kamtibmas yang kondusif serta menjamin keamanan masyarakat dalam menjalankan ibadah puasa, hari raya Idul Fitri 1447 Hijriah dan perayaan Nyepi, Polri bersinergi dengan TNI, dinas, serta lembaga terkait untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat,” ujarnya.

Kapolresta mengingatkan agar berbagai isu yang berkembang di media sosial dapat disikapi dengan bijak serta diimbangi dengan penyebaran konten-konten positif. Tujuannya menjaga situasi kamtibmas tetap aman dan kondusif menjelang perayaan  Nyepi dan Idul Fitri di wilayah Kota Denpasar.

Baca juga:  Bupati Gede Dana Pantau Aktivitas Pengawasan Portal Galian C

Sementara Kasi Humas Polresta Denpasar, Iptu Gede Adi Saputra Jaya menjelaskan dalam pertemuan tersebut, Wakil Wali Kota Denpasar I Kadek Agus Arya Wibawa menekankan pentingnya mengantisipasi potensi kerawanan khususnya saat malam pengerupukan agar kejadian yang pernah terjadi beberapa tahun lalu tidak terulang kembali. Pemerintah Kota Denpasar juga berharap adanya kolaborasi yang kuat antara TNI, Polri, dan seluruh unsur terkait dalam pengamanan kegiatan masyarakat.

Pelaksanaan malam pengerupukan dimulai pukul 19.00 Wita dan diharapkan adanya pengaturan terkait pelaksanaan Sholat Idul Fitri yang diperkirakan jatuh pada 20 Maret 2026 agar dapat menyesuaikan waktu pelaksanaannya dengan situasi hari raya Nyepi.

Baca juga:  Ini, Perkembangan Hasil Penyelidikan Perusakan Baliho

“Hadir juga Ketua Muhammadiyah Kota Denpasar dan menyampaikan bahwa kesepakatan yang telah dibangun bersama perlu dikawal dan dilaksanakan dengan baik. Dijelaskannya pelaksanaan sholat Idul Fitri pada 20 Maret 2026 direncanakan diundur menjadi pukul 08.00 Wita. Selain itu masyarakat juga diimbau untuk tidak mudah terpancing oleh berbagai informasi yang beredar di media sosial,” ungkapnya. (Kerta Negara/balipost)

BAGIKAN