Rapat koordinasi kesiapan lintas instansi pengamanan Nyepi dan idul Fitri berdekatan. Warga yang mudik diharapkan lebih awal. (BP/istimewa)

NEGARA, BALIPOST.com – Menjelang perayaan Hari Suci Nyepi Tahun Saka 1948 yang waktunya berdekatan dengan Idul Fitri 1447 Hijriah, Pemerintah Kabupaten Jembrana bersama Polres Jembrana memperkuat koordinasi lintas sektoral. Langkah ini dibahas dalam rapat koordinasi, dengan fokus utama mengantisipasi lonjakan arus mudik melalui Pelabuhan Gilimanuk.

Pertemuan yang melibatkan berbagai instansi terkait ini, diharapkan pemudik agar mudik lebih awal. Untuk memastikan rangkaian perayaan dua hari besar keagamaan tersebut dapat berjalan nyaman.

Salah satu poin utama yang dibahas adalah potensi kepadatan kendaraan menuju Pelabuhan Gilimanuk. Mengingat jarak waktu antara Nyepi dan Idul Fitri sangat berdekatan, mobilitas masyarakat diperkirakan meningkat signifikan. Karena itu, masyarakat yang berencana bepergian keluar Bali diimbau untuk melakukan perjalanan lebih awal guna menghindari penumpukan kendaraan menjelang hari raya.

Baca juga:  Komunitas Honda PCX 150 Diajak Fun Rally Jelajahi Gianyar

Sekretaris Daerah Kabupaten Jembrana, I Made Budiasa, yang hadir mewakili Bupati Jembrana, mengatakan koordinasi lintas sektor menjadi langkah penting untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan yang muncul selama masa mudik.

Menurutnya, masyarakat diharapkan dapat mengikuti imbauan pemerintah dan aparat keamanan agar perjalanan berlangsung lebih lancar. “Selain itu, momentum berdekatan antara Nyepi dan Idul Fitri juga menjadi pengingat pentingnya menjaga toleransi dan kebersamaan,” ujar Budiasa, Sabtu (7/3).

Baca juga:  Amankan Idul Fitri, Polres Gianyar Kerahkan Ratusan Personel

Momentum yang berdekatan ini diharapkan dapat menunjukkan bahwa keberagaman di Jembrana dapat berjalan harmonis. “Yang terpenting adalah bagaimana kita saling menghormati dan menjaga kenyamanan masing-masing dalam menjalankan ibadah,” tambahnya.

Sementara itu, Kapolres Jembrana AKBP Kadek Citra Dewi Suparwati menegaskan kesiapan jajaran kepolisian dalam mengamankan arus mudik dan rangkaian kegiatan keagamaan. Untuk mendukung pengamanan tersebut, Polres Jembrana menyiagakan 245 personel gabungan serta 48 personel cadangan.

Baca juga:  Dapat Pengaruhi Citra Pariwisata, KUPVA Tak Berizin Terus Ditertibkan

Kapolres juga kembali menekankan pentingnya masyarakat merencanakan perjalanan lebih awal, khususnya bagi yang akan menyeberang melalui Pelabuhan Gilimanuk.

“Masyarakat kami imbau untuk mudik lebih awal agar tidak terjadi penumpukan kendaraan di pelabuhan. Selain itu, diharapkan tiket penyeberangan sudah dibeli sebelum tiba di pelabuhan sehingga antrean dapat diminimalkan,” jelasnya.

Selain pengaturan arus mudik, dalam rapat tersebut juga dibahas langkah antisipasi lain seperti pengawasan ketersediaan BBM dan LPG, pemantauan harga bahan pokok, peningkatan patroli di permukiman yang ditinggal pemudik, hingga kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana hidrometeorologi. (Surya Dharma/balipost) .

BAGIKAN