Bupati Gianyar I Made Mahayastra saat mencoba kendaraan damkar. (BP/Istimewa)

GIANYAR, BALIPOST.com – Pemkab Gianyar membeli 8 unit kendaraan operasional dengan anggaran Rp 5,6 miliar. Serah terima kendaraan dinas tersebut dilaksanakan, Selasa (12/5), di halaman parkir kantor Bupati Gianyar.

Bupati Gianyar I Made Mahayastra menjelaskan, 8 unit kendaraan itu meliputi 6 unit dump truck angkutan sampah, 1 mobil pemadam kebakaran dan 1 mobil sky lift. Ditegaskannya, pengadaan kendaraan operasional ini sudah sesuai dengan skala prioritas untuk kebutuhan mendesak.

Sementara untuk pengadaan kendaraan dinas lain, semua sudah dikoreksi. “Dalam hal refocusing anggaran, saya sudah pikirkan betul terkait pengadaan mobil operasional. Untuk mobil dinas, mobil staf, itu semua tidak ada,” jelasnya.

Selanjutnya, 4 mobil diserahkan ke Dinas Lingkungan Hidup Gianyar. Masing-masing 1 unit untuk Yayasan Bina Wisata Ubud dan Desa Melinggih Kelod. Sementara 1 unit mobil damkar diserahkan kepada Satpol PP Gianyar, diproyeksikan untuk melayani wilayah Gianyar utara.

Mengingat, saat ini pos damkar baru ada di Kecamatan Sukawati, Ubud, dan Gianyar. “Di utara kita akan buat pos damkar, sehingga perlu armada,” jelasnya.

Sedangkan untuk mobil sky lift, kata Mahayastra, paling dibutuhkan karena selama ini pemerintah sering mendapat keluhan terkait padamnya lampu penerang jalan. Mahayastra menegaskan, setelah ini ia tidak ingin lagi mendengar keluhan lampu penerang jalan umum mati berminggu-minggu karena petugas sudah memiliki peralatan memadai.

Selanjutnya Bupati Mahayastra mengungkapkan, pihaknya juga akan membeli mobil ambulans untuk menunjang operasional RS Payangan serta mobil dump truck air untuk pemeliharaan dan penataan taman kota. Kepada penerima mobil operasional, Mahayastra berpesan agar dirawat dan dipergunakan dengan baik.

Sementara itu, Kepala Bagian Pengadaan Barang dan Jasa Kabupaten Gianyar, I Made Arianta menjelaskan bahwa anggaran untuk pengadaan 8 unit kendaraan ini adalah Rp 5.622.800.000. Terkait mobil angkutan sampah yang diserahkan pada yayasan dan desa, sepenuhnya dioperasikan oleh mereka. (Manik Astajaya/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.