dr. Nyoman Sutjidra, Sp.OG. (BP/Istimewa)

SINGARAJA, BALIPOST.com – Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kabupaten Buleleng menerima hasil test uji spesimen swab berbasis PCR yang dilakukan dengan acak di Desa Bondalem, Kecamatan Tejakula. Dari 101 sampel swab yang diuji, ada 1 orang yang hasilnya terkonfirmasi positif COVID-19.

Wakil Ketua Gugus Tugas Percepatan Penangan COVID-19 yang juga Wakil Bupati Buleleng dr. Nyoman Sutjidra, Sp.OG dalam jumpa pers update kasus Virus Corona Senin (11/5) mengatakan, terhadap yang terkonfirmasi positif, gugus tugas melakukan penanganan lanjutan. Warga bersangkutan menjalani karantina sekaligus mengikuti treatmen pengobatan di Rumah Sakit Pratama (RSP) Giri Emas, Kecamatan Sawan.

Selain menindaklanjuti pengobatan kepada pasien baru itu, gugus tugas juga menginstruksikan kepada petugas surveillance untuk melakukan tracing dari warga yang pernah berinteraksi dengan pasien kode 49 tersebut. Hingga sore, tim surveillance sudah melakukan test uji spesimen swab PCR terhadap warga yang memiliki kontak dengan pasien bersangkutan untuk di uji di laboratorium kesehatan RSP Sanglah di Denpasar. “Tracing dan bahkan sudah melakukan test uji spesimen swab orang-orang yang pernah kontak dengan pasien 49 ini dan mudah-mudahan secepatnya kita ketahui hasilnya dan apapun itu akan menentukan penanganan kasus transmisi lokal di Desa Bondalem,” jelasnya.

Di sisi lain dr. Nyoman Sutjidra menyebut, dari hasil test uji spesimen swab PCR secara acak di Bondalem dan hasilnya hanya 1 yang terkonfirmasi positif di luar prediksi gugus tugas. Dengan hasil ini, gugus tugas menyimpulkan penularan kasus melalui transmisi lokal terjadi pada satu wilayah.

Lokasi tersebut disimpulkan sebagai lokasi penularan pertama trasmisi lokal COVID-19 di Desa Bondalem. Dari analisa itu, penularan virus di Desa Bondalem juga belum ada tanda-tanda akan meluas ke daerah lain.

Namun demikian, Sutjidra mengajak warga tetap waspada dan disiplin mengikuti protokol selama masa karantina yang sudah berjalan efektif. “Tadinya prediksi kita kalau dari sampel yang di uji 101 mungkin ada 10 yang hasilnya terkonfirmasi positif, namun faktanya itu hanya 1 orang terkonfirmasi positif, ini artinya penyebaran belum meluas dan masih di satu daerah di Bondalem. Mari kita tetap waspada, disiplin dan kami gugus tugas masih fokus menangani kasus di Bondalem, sehingga secepatnya penyebaran kasusnya bisa diputus sesuai prediksi ditangani tuntas pada Mei 2020 ini,” jelasnya.

dr. Nyoman Sutjidra menambahkan, penanganan kasus COVID-19 lewat transmisi lokal di Bondalem akan terus dioptimalkan. Memudahkan pencegahan dan menekan kasus baru, tim surveillance menyusun Peta Pengawasan Wilayah Setempat (PWS).

Peta yang masih disempurnakan ini sudah memetakan wilayah yang dikategorikan masuk dalam zona merah COVID-19. Selain itu, juga dibuat wilayah yang masuk zone kuning dan hijau. Khusus untuk wilayah yang masuk kategori zona merah dan menjadi titik awal terjadinya kasus transmisi lokal ini adalah di lokasi pasien yang terkonfirmasi positif kode 18 dan 21.

Lokasi tempat tinggal kedua pasien ini sendiri berada dalam satu rumah. “Tim kami sudah membuat Peta PWS ini dan nanti dari data di peta itu akan memudahkan kita memantau perkembangan kasus-nya dan melacak setiap orang yang pernah kontak dengan pasien terkonfirmasi positif COVID-19 di desa itu. Nanti peta ini kita berikan petugas surveillance, para petugas di posko terpadu di Bondalem, dan di Dinas Kesehatan,” jelasnya. (Mudiarta/Balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.