Achmad Yurianto. (BP/kmb)

DENPASAR, BALIPOST.com – Kasus terkonfirmasi positif COVID-19 di Bali untuk Minggu (10/5) masih bertambah. Dari data, jumlah kumulatif kasus di Bali mencapai 311 orang.

Artinya ada penambahan 5 kasus baru dari sehari sebelumnya yang mencapai 306 kasus. Untungnya, jumlah pasien sembuh juga masih terus terjadi. Bahkan, jumlahnya lebih banyak dari kasus baru terkonfirmasi positif.

Kumulatif kasus positif COVID-19 sembuh di Bali saat ini mencapai 204 kasus. Bertambah 7 orang dibandingkan sehari sebelumnya yang sebanyak 197 pasien sembuh.

Yang meninggal tidak mengalami perubahan, 4 orang. Datanya, 2 WNI dan 2 WNA.

Jika dipersentasekan, jumlah kasus sembuh kini mencapai 65,59 persen dari kumulatif kasus positif. Sementara untuk yang masih dirawat, persentasenya mencapai 33,12 persen atau sebanyak 103 orang. Sedangkan yang meninggal, persentasenya sebanyak 1,29 persen.

Dari catatan Bali Post, sejak Kamis (9/4), kasus positif terus bertambah. Pada Kamis (9/4), jumlah kasus bertambah sebanyak 14 pasien. Kemudian berlanjut pada Jumat (10/4) terjadi penambahan 12 kasus.

Pada Sabtu (11/4), jumlah kasus tambahan mengalami tren penurunan dengan jumlah 4 kasus. Pada Minggu (12/4), jumlah kasus bertambah lagi mencapai 2 orang. Pada Senin (13/4) terjadi lagi penambahan kasus sebanyak 5 pasien.

Sedangkan pada Selasa (14/4) dan Rabu (15/4) terjadi penambahan harian masing-masing mencapai 6 orang. Terakhir, pada Kamis (16/4), Bali mencatatkan jumlah kasus positif harian tertinggi sebanyak 15 kasus.

Pada Jumat (17/4) tercatat ada penambahan 11 kasus. Sabtu (18/4) jumlah penambahan kasusnya sebanyak 7 pasien. Sementara Minggu (19/4) terjadi penambahan 4 kasus. Untuk Senin (20/4) tercatat kasus baru sebanyak 5 orang.

Sedangkan pada Selasa (21/4) jumlah kasus bertambah 10 kasus. Dan pada Rabu (22/4) terjadi penambahan 2 kasus. Sementara di Kamis (23/4) terjadi lonjakan kasus sebanyak 15 konfirmasi positif.

Untuk Jumat (24/4) penambahan kasus positif Bali mencapai 10 orang. Sedang pada Sabtu (25/4), jumlah penambahan kasus sebanyak 6 orang. Di Minggu (26/4) terjadi penambahan kasus sebanyak 3 orang.

Pada Senin (27/4), terjadi penambahan kasus sebanyak 7 warga positif COVID-19. Di Selasa (28/4) terjadi lonjakan signifikan, mencapai rekor baru penambahan harian kasus terkonfirmasi positif di Bali, yakni sebanyak 22 kasus.

Sedangkan pada Rabu (29/4), Bali tidak mengalami penambahan pasien positif. Bali kembali menambah kasus baru pada Kamis (30/4), sebanyak 7 orang.

Di Jumat (1/5), jumlah kasus di Bali bertambah 13 orang. Pada Sabtu (2/5), tercatat ada 2 kasus baru. Untuk Minggu (3/5), mencetak rekor baru lagi sebanyak 25 kasus.

Sementara pada Senin (4/5), kasus bertambah sebanyak 7 orang. Di Selasa (5/5), Bali mencatatkan 6 kasus baru. Pada Rabu (6/5), tak ada kasus baru yang dicatatkan.

Untuk Kamis (7/5), bertambah 10 orang. Sementara pada Jumat (8/5), kasus baru di Bali bertambah 13 orang. Di Sabtu (9/5), kasus bertambah 6 orang.

Penambahan Kasus di Indonesia

Juru Bicara Pemerintah dalam Penanganan COVID-19, Achmad Yurianto, dalam video conference streamingnya, mengatakan untuk Indonesia ada penambahan kasus positif sebanyak 387 kasus sehingga kumulatif menjadi 14.032 kasus.

Dikatakan sudah ada sebanyak 158.273 spesimen diperiksa dengan dua metode, yakni PCR sebanyak 157.706 spesimen dan sisanya lewat test cepat molekuler. Spesimen diambil dari 113.452 orang.

Ia melanjutkan untuk yang sehat ada penambahan 91 pasien sembuh sehingga totalnya menjadi 2.698 pasien. Kasus meninggal bertambah 14 orang sehingga total kasus menjadi 973 orang.

Jumlah orang dalam pengawasan (ODP) sebanyak 248.690 orang. Pasien dalam pengawasan (PDP) sebanyak 30.317 orang. Seluruh provinsi di Indonesia sudah terdampak. Untuk kabupaten/kota sebanyak 373 sudah terdampak.

“Dalam perkembangannya, suhu tubuh yang tinggi sudah tidak lagi menjadi ciri khas dari COVID-19. Kini banyak ditemui orang tanpa gejala yang ternyata ketika dites PCR di dalam tubuhnya terdapat virus,” jelasnya.

Ia mengatakan pemerintah konsisten sejak awal menerapkan kebijakan untuk melindungi diri secara individu. Yakni menggunakan masker, mencuci tangan dengan sabun, dan menjaga jarak.

Oleh karena itu, upaya ini yang menjadi bahasa universal di dalam menangani COVID-19, yakni menjaga jarak fisik atau physical distancing. “Beberapa catatan terkait penularan ini telah disampaikan beberapa waktu yang lalu. jika ada seseorang tanpa gejala tidak menggunakan masker, 70 persen kemungkinannya menularkan pada yang lain,” katanya.

Ia mengutarakan ini yang menjadi dasar untuk menganalisa dinamika kasus dari hari ke hari. “Kalau angkanya menurun, maka kita sudah berhasil mengurangi penyebaran penyakit. Namun jika angkanya naik, maka itu artinya kita membiarkan penyebaran virus ini di masyarakat,” tegasnya. (Diah Dewi/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.