Peta penyebaran kasus COVID-19 di Bali per 7 Mei 2020. (BP/kmb)

DENPASAR, BALIPOST.com – Pada Rabu (6/5), Bali tidak mencatatkan penambahan pasien positif COVID-19. Yang menggembirakan, penambahan pasien sembuh terus bertambah.

Dari data yang dilansir https://pendataan.baliprov.go.id pasien sembuh secara kumulatif mencapai 166 orang. Bertambah 6 orang dari sebelumnya sebanyak 160 orang. Penambahan warga sembuh ini berasal dari Denpasar dan Buleleng.

Dilihat dari tingkat kesembuhannya, persentasenya mendekati 60 persen dari kumulatif kasus, yakni sebanyak 59,93 persen. Sedangkan yang masih dirawat persentasenya mencapai 39,63 persen. Untuk yang meninggal mencapai 1,44 persen.

Untuk peringkat, Denpasar masih menduduki posisi pertama dengan jumlah 34 warga, bertambah 2 warga sembuh. Di posisi kedua ada Bangli dengan jumlah pasien sembuh mencapai 30 orang.

Di posisi ketiga, dengan jumlah 21 warga sembuh adalah Buleleng, bertambah 4 warga dari sehari sebelumnya. Posisi keempat ada Gianyar, dengan total warga sembuhnya mencapai 16 orang.

Klungkung dan Karangasem menduduki posisi kelima, yakni 14 warganya sembuh. Kemudian posisi keenam adalah Badung, dengan total warga sembuh 11 orang. Di posisi ketujuh adalah Jembrana dan Tabanan dengan jumlah 8 orang.

Kabupaten lainnya ada 4 orang sembuh dan WNA sembuh totalnya mencapai 6 orang.

Total terdapat 160 WNI dan 6 WNA yang dinyatakan sembuh dari COVID-19 di Bali.

Menguatkan Disiplin

Terkait jenis kasus, untuk WNI, rinciannya, 168 orang positif karena imported case dengan riwayat perjalanan dari luar negeri dan mayoritas adalah pekerja migran dengan jumlah 148 orang. Sementara PPDN jumlahnya mencapai 20 orang. Untuk transmisi lokal totalnya 101 kasus. Sedangkan WNA tercatat ada 8 kasus.

Mengingat transmisi lokal COVID-19 memperlihatkan kecenderungan meningkat dalam beberapa hari terakhir, Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Bali, Dewa Made Indra, mengingatkan lagi masalah kedisiplinan. “Diminta kepada seluruh warga masyarakat, para tokoh adat, tokoh agama, tokoh pemuda, tokoh politik, dan semua elemen masyarakat untuk bersatu padu menguatkan disiplin kita semua dalam penerapan protokol pencegahan COVID-19 yakni selalu menggunakan masker, rajin mencuci tangan dengan sabun di air mengalir, menjaga jarak, menghindari keramaian, melaksanakan etika batuk/bersin, melakukan penyemprotan disinfektan pada tempat yang tepat, menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh kita,” ujarnya dalam rilis terkait update penanganan COVID-19, Rabu.

Ia pun menambahkan semakin disiplin dalam pelaksanaan pencegahan ini, transmisi lokal penyebaran COVID-19 pasti bisa dihentikan. “Untuk memutus mata rantai penyebaran COVID-19, kami minta semua elemen masyarakat membantu dan bekerjasama dengan petugas survailans Dinas Kesehatan dalam melaksanakan tracing contact untuk menemukan siapapun yang pernah kontak dekat dengan orang yang positif COVID-19 sehingga kita bisa menangani lebih awal orang-orang yang berisiko terinfeksi COVID-19 guna mencegah penyebaran berikutnya kepada orang lain,” tegasnya.

Pada Rabu (6/5), penyebaran kasus transmisi lokal di Bali masih sama dengan sehari sebelumnya. Berdasarkan data, sampai 6 Mei, Buleleng masih memegang posisi pertama untuk kategori transmisi lokal.

Jumlah warga positif transmisi lokal di Buleleng yang bertengger di posisi pertama mencapai 29 orang. Sedangkan Bangli, warga yang tertular lewat transmisi lokal mencapai 24 orang.

Denpasar ada di posisi ketiga dengan jumlah warga terjangkit 19 orang. Di posisi keempat ada Karangasem dengan jumlah 14 warga terjangkit.

Posisi kelima ada Badung dengan jumlah warga terjangkit sebanyak 7 orang. Posisi keenam adalah Klungkung dengan 4 warga terjangkit transmisi lokal. Di posisi ketujuh dengan 3 warga terjangkit adalah Gianyar.

Pada posisi selanjutnya, yakni kedelapan, adalah Jembrana dan Tabanan dengan warga terjangkit sebanyak 1 orang.

Dari data yang ada dalam website infocorona.baliprov.go.id secara kumulatif Bali sudah menangani kasus terkonfirmasi positif COVID-19 sebanyak 277 kasus. Total masih ada 107 kasus yang dirawat di 10 RS rujukan dan tempat karantina yang disediakan Pemprov Bali. Dari akumulatif 277 kasus positif, terdiri dari 8 WNA dan 269 WNI.

Dilihat dari posisinya, Denpasar masih memegang peringkat pertama dengan jumlah warganya terjangkit mencapai 56 orang. Kemudian di posisi kedua adalah Bangli dengan kumulatif kasus mencapai 52 warga.

Di posisi ketiga ada Buleleng dengan jumlah warga positif mencapai 47 orang. Di posisi keempat adalah Karangasem dengan jumlah kasus 28 orang.

Posisi kelima adalah Gianyar dengan jumlah 23 orang. Keenam ada Badung dengan jumlah 19 orang. Sementara itu di posisi selanjutnya, ketujuh, adalah Klungkung dengan jumlah 17 kasus.

Jembrana ada di posisi kedelapan, dengan jumlah warga terjangkit sebanyak 12 orang. Di posisi kesembilan ada Tabanan dengan jumlah warga terjangkit 10 orang.

Untuk WNA yang terjangkit kasus ini masih tetap 8 orang. Kabupaten lainnya total 5 pasien. (Diah Dewi/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.