Polisi memantau warga yang hendak mudik dan tidak bermasker. (BP/ken)

DENPASAR, BALIPOST.com – Imbauan menunda mudik terus digaungkan kepolisian, bahkan dibuat Pos Pengamanan dan Penyekatan. Tujuannya menjaring warga yang nekat ingin mudik.

Dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, arus mudik saat ini relatif menurun. “Arus mudik dibandingkan tahun lalu menurun karena ada penyekatan. Biasanya menjelang H-7 pasti ramai, tapi sekarang agak lengang,” kata Kasatlantas Polresta Denpasar AKP Adi Sulistyo, Minggu (3/5).

Sedangkan situasi lalu lintas, wilayah Denpasar Timur dan Kuta serta Kuta Selatan tidak macet seperti dulu. Namun wilayah Denpasar Barat dan Utara aktivitas masyarakat normal sehingga kendaraan padat. “Yang kepolisian atensi sekarang adalah warga nganggur tapi tidak bisa pulang kampung. Kondisi ini akan berpengaruh terhadap kriminalitas di Bali,” ujarnya.

Oleh karena itu, kata Adi, keberadaan Pos Pengamanan dan Penyekatan ini sangat penting. Selain menjaga keamanan, juga memantau warga yang ingin mudik.

Hal ini selaras dengan imbauan Presiden Joko Widodo dan pemerintah daerah berkaitan dengan pencegahan penyebaran COVID-19. “Jika dari pantauan ada yang mudik, kami hentikan dan bawa ke pos. Kami tanyakan apakah tujuan mudik? Ada surat pengantar dari kepolisian atau tidak?” kata Adi saat ditemui di Pos Pengamanan dan Penyekatan Biaung, Denpasar Timur.

Tujuannya agar tidak kecewa sampai pelabuhan karena ada pembatasan penyeberangan. Jika tidak ada yang urgent di kampung, lebih baik mengurungkan mudik agar tidak tertular atau menularkan virus Corona. (Kerta Negara/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.