AMLAPURA, BALIPOST.com – Setiap desa adat saat ini diminta ikut berpartisipasi dalam penanggulangan COVID-19 yang ada di desanya. Seperti yang dilakukan oleh satgas gotong royong Desa Adat Susuan, Kelurahan Karangasem.

Mereka terus mengedukasi warganya agar terhindar dari virus tersebut. Ketua Satgas gotong royong Desa Adat Susuan, I Gede Sandi, Jumat (10/4) mengungkapkan, Desa Adat Susuan telah membentuk Satgas gotong royong COVID-19 pada 1 April lalu.

Baca juga:  Karangasem Jadi Zona Merah Peringkat Pertama di Indonesia, Begini Penjelasan Mas Sumatri

Pihaknya juga melakukan pemantauan dan melakukan pengecekan kesehatan terhadap tenaga migran yang baru pulang dari luar negeri. Jelas dia, berdasarkan database di Susuan ada sebanyak 9 orang.

Dari jumlah itu, 5 orang sudah pulang dalam kondisi negatif dan sekarang sedang melakukan karantina mandiri di rumahnya masing-masing dan dalam pengawasan satgas. Sisanya, 4 orang belum pulang.

Kata dia, pihaknya telah melaksanakan apel siaga gerakan massal ke rumah-rumah warga yang berada di lingkungan Susuan. “Besok gerakan massal ke masyarakat dengan mendatangi rumah-rumah warga dengan melibatkan relawan, dari STT dan ibu-ibu PKK,” ucapnya.

Baca juga:  Pencegahan dan Penangangan COVID-19, Ini Sejumlah Kebijakan Strategis yang Dikeluarkan Gubernur Koster

Sandi mengatakan, Satgas Gotong Royong Desa Adat Susuan yang dibentuk ini, tugasnya adalah untuk memberikan edukasi pembagian brosur, pembagia masker kepada seluruh warga sesuai dengan database sebanyak 1.350 masker. Selain itu juga, pemberian hand soap (sabun) pencuci tangan, pemberian hand sanitizer kepada pedagang-pedagang, dan melakukan penyemprotan disinfektan.

“Di samping itu, kami melakukan pendampingan kepeda warga yang melaksanakan upacara adat, seperti perkawinan, ngaben dengan melakukan penyemprotan disinfektan di lokasi upacara, pemberian hand sanitizer kepada pelaksana upacara. Yang tidak kalah pentingnya, melakukan pembatasan peserta upacara sebanyak 25 orang tidak boleh lebih dan tetap jaga jarak,” katanya. (Eka Parananda/balipost)

BAGIKAN