Sekaa Gong Kebyar Wanita Crekeh Genjer, Desa Lembongan, saat tampil di atas panggung. Sekaa ini menjadi juara I dalam lomba Gong Kebyar Wanita antarkecamatan dan rencananya tampil mewakili Klungkung dalam PKB 2020. (BP/gik)

SEMARAPURA, BALIPOST.com – Pemprov Bali memutuskan meniadakan PKB tahun ini setelah mempertimbangkan wabah Covid-19. Situasi ini langsung direspons oleh Kabupaten Klungkung untuk segera melakukan penyesuaian. Seluruh kegiatan yang berkaitan dengan persiapan PKB dihentikan. Anggaran Rp 1,9 miliar akan direalokasi ke Baperlitbang untuk dialihkan pada kegiatan lain yang lebih mendesak.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kebudayaan Pemuda dan Olahraga (Disbudpora) Klungkung Luh Ketut Ari Citrawati, Selasa (31/3), mengatakan para peserta yang direncanakan tampil dalam PKB sudah melakukan sejumlah latihan dan pembinaan. Keputusan Pemprov Bali meniadakan PKB sekaligus memberi kepastian kepada pihak yang terlibat bahwa mereka urung tampil karena situasi yang tidak memungkinkan.

Baca juga:  IMF-WB Annual Meeting 2018, Kodam Latihan Antisipasi Penyanderaan Delegasi

“Setelah PKB ditiadakan, saya langsung meneruskannya kepada bidang terkait. Tindak lanjutnya, anggaran untuk PKB dicek lebih lanjut agar bisa dialihkan untuk kegiatan lain,” kata Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Pemkab Klungkung itu.
Sejauh ini belum ada pencairan anggaran, baik untuk pembinaan maupun mempersiapkan kelengkapan lainnya. Persiapan baru sebatas rapat-rapat dan pembinaan.

Pihaknya mengaku sudah mengantisipasi situasi sejak awal Februari lalu ketika awal Covid-19 mewabah. Oleh karena sekarang tidak memungkinkan melakukan kegiatan yang mengundang keramaian, anggaran PKB sebesar Rp 1.961.511.152 yang bersumber dari BKK Badung dan Provinsi Bali (Rp 750 juta) akan direalokasi kembali ke Baperlitbang. Di sana akan dibahas lebih lanjut dan diarahkan pada manfaat yang lebih prioritas seperti untuk penanganan Covid-19. (Bagiarta/balipost)

BAGIKAN