Dua orang warga sedang mengurus ternak sapi di wilayah Kota Denpasar. (BP/eka)

DENPASAR, BALIPOST.com – Terkait penyakit Lumpy Skin Disease (LSD) yang menyerang puluhan ternak di Jembrana Bali, Dinas Pertanian Kota Denpasar mulai melakukan antisipasi. Pencegahan dilakukan dengan menerapkan biosekuriti pada kandang dan vektor atau pembawa virus.

Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Pertanian Kota Denpasar, drh. Ni Made Suparmi saat diwawancarai, Kamis (15/1) mengatakan, di Denpasar hingga saat ini tak ditemukan kasus LSD. Meski demikian pihaknya tetap mengantisipasi dengan melakukan biosekuriti. “Kami juga tetap mengimbau peternak menjaga imunitas ternak dengan pemberian pakan dan minum yang cukup,” paparnya.

Baca juga:  Gara-gara Truk Terselip di Sawah, Pencuri Sapi Dibekuk

Dinas Pertanian melakukan pelayanan kesehatan dan pemberian desinfektan sekaligus KIE terkait antisipasi penyebaran Penyakit LSD pada kelompok ternak. Salah satu yang disasar yakni kelompok ternak Satwa Wiguna Br. Paangtebel, Ds Peguyangan Kaja, Denpasar Utara. “Dari hasil pemantauan lapangan sementara, ternak sehat, tidak ada ternak yang menunjukkan gejala mencurigakan atau mengarah ke Virus LSD,” paparnya.

Di Denpasar sendiri, kata dia, populasi ternak sapi sebanyak 1742 ekor. Jumlah tersebut tersebar di empat kecamatan yakni Denpasar Barat 349 ekor, Denpasar Selatan 731 ekor, Denpasar Timur 293 ekor dan denpasar Utara 369 ekor. (Widiastuti/balipost)

Baca juga:  Gagal ke Final, Timnas Putri U-19 Indonesia Takluk 0-4 dari Vietnam
BAGIKAN