Suasana Terminal Kedatangan Internasional di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali, Jumat (20/3). (BP/Antara)

DENPASAR, BALIPOST.com – Selama pencatatan statistik lalu lintas udara pada Januari hingga Februari 2020, tercatat sebanyak 901.670 wisatawan dari berbagai negara di dunia memasuki Pulau Bali melalui jalur udara. Dilihat dari periode sama tahun sebelumnya, ada penurunan sebesar 2,2 persen.

Pada periode pencatatan Januari-Februari 2019, tercatat sebanyak 921.839 wisatawan mancanegara (Wisman) dilayani oleh Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai.

General Manager PT Angkasa Pura I (Persero) Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Herry A.Y. Sikado, mengonfirmasi hal tersebut, Jumat (20/3). “Penurunan jumlah penumpang ini memang benar adanya, mengingat Pulau Bali sebagai destinasi pariwisata jelas terkena dampak secara tidak langsung dari COVID-19 yang saat ini telah ditetapkan statusnya oleh Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO, sebagai pandemi. Penurunan jumlah wisatawan mancanegara inipun juga merupakan imbas dari penutupan sementara operasional penerbangan dari sejumlah maskapai, yang mana hal tersebut juga merupakan kebijakan dari pemerintah terkait,” ujarnya pada Jumat (20/03) sore.

Baca juga:  Soal Wacana Pungutan 10 Dolar ke Wisman, Ini Kata Menpar

Dari pencatatan statistik, dengan jumlah 185.652 wisatawan, Australia menempati urutan pertama dalam peringkat negara penyumbang wisatawan terbanyak pada periode Januari–Februari 2020. Disusul oleh Tiongkok dan India dengan jumlah total masing-masing sebanyak 118.466 dan 60.380 wisatawan.

Jika diukur dengan persentase, jumlah wisatawan Australia, Cina, dan India masing-masing menempati porsi sebanyak 20,6 persen, 13,1 persen, dan 6,7 persen dari total keseluruhan jumlah wisatawan mancanegara selama dua bulan pertama di 2020 ini. “Dari total 901.670 jumlah keseluruhan penumpang pada periode Januari – Februari 2020 ini, Australia, Cina, dan India masih menjadi deretan tiga negara penyumbang jumlah kunjungan terbanyak seperti periode sebelum-sebelumnya. Ketiga negara tersebut menyumbang sebanyak 364,498 jiwa atau sebesar 40,4 persen dari total keseluruhan jumlah kedatangan penumpang yang ada,” tambah Herry. (Pramana Wijaya/balipost)

BAGIKAN