Simulasi penanganan Corona digelar di RSUP Sanglah, Rabu (12/2). (BP/dok)

DENPASAR, BALIPOST.com – Pemprov Bali lewat Satgas Penanggulangan COVID-19 kembali memperbaharui data pasien dalam pengawasan (PDP) COVID-19 di Bali. Secara akumulatif, jumlahnya sudah mencapai 78 orang hingga, Selasa (17/3).

Hanya 1 diantaranya positif, yakni WNA kasus no.25 yang sudah meninggal dunia. “Dari 78 yang pernah dirawat itu, saat ini, jam ini, 24 orang masih (di RS, red). Berarti 53 sudah pulang, semuanya negatif dan sehat. Jadi, tidak ada yang bawa penyakit,” ujar Sekda Provinsi Bali yang juga Ketua Satgas Penanggulangan COVID-19, Dewa Made Indra saat memberikan keterangan pers di Jayasabha, Denpasar, Selasa (17/3).

Baca juga:  Shio Tikus Logam, Kawal Keharmonisan Bali Era Baru

Menurut Dewa Indra, 24 PDP yang masih tersisa tidak semuanya dalam keadaan sakit keras. Semuanya masih menunggu hasil uji lab dari Badan Litbangkes, Kementrian Kesehatan RI. “Kalau hasil labnya malam ini atau besok keluar, orangnya sehat, maka dipersilakan pulang,” imbuhnya.

Mengenai biaya, lanjut Dewa Indra, PDP yang dirawat di RS rujukan (RSUP Sanglah, RSUD Sanjiwani Gianyar, RSUD Singaraja dan RSUD Tabanan, red), semuanya dibiayai pemerintah pusat c.q. Kementrian Kesehatan. “Sehingga kami tidak tahu biaya yang dikeluarkan. Tapi berapapun, itu sudah menjadi kewajiban negara asal di RS rujukan,” jelasnya. (Rindra Devita/balipost)

BAGIKAN