Warga mengerjakan ogoh-ogoh ramah lingkungan terbuat dari serabut kelapa. (BP/nan)

AMLAPURA, BALIPOST.com – Kreativitas dan inovasi terus ditunjukkan anak-anak muda di Karangasem di dalam pembuatan ogoh-ogoh yang akan diarak saat Pangrupukan serangkaian Hari Raya Nyepi. Salah satunya STT Darma Bakti, Banjar Juwuk Legi, Desa Duda Timur, Selat yang merancang ogoh-ogoh ramah lingkungan berbahan sambuk atau serabut kelapa yang sudah kering.

Pembuat ogoh-ogoh, I Made Suarimbawa, Senin (16/3) mengungkapkan, bentuk ogoh-ogoh yang dibuat ini, merupakan sosok monyet. Kata dia, ini sebagai simbol menghalau hama karena saat ini menjadi ancaman bagi masyarakat setempat, khususnya di kebun.

Baca juga:  Jadwal PKB, Kamis 12 Juli

Suriambawa mengatakan, pihaknya membuat ogoh-ogoh berbahan ramah lingkungan yakni serabut kelapa, kayu, dan bambu karena mudah didapatkan. Di samping itu juga, pemakaian bahan baku tersebut sebagai upaya untuk menjaga lingkungan sekitar agar tetap lestari.

Sebab, kalau memakai bahan baku styrofoam sulit terurai dan mencemari lingkungan sekitar. “Bahan baku serabut kelapa karena lebih mudah didapat. Termasuk, harganya terjangkau. Sehingga tidak harus ke luar banyak uang,” ucapnya.

Baca juga:  Di Klungkung, Pembuatan Ogoh-ogoh Diperbolehkan Tapi Festival Ditiadakan

Dia menjelaskan, dengan memakai bahan baku sambuk ini, proses pembuatan ogoh-ogohnya, memang sedikit lebih lama ketimbang membuat ogoh-ogoh dengan bahan yang lainnya. Jelas dia, waktu yang dibutuhkan untuk menuntaskan pembuatan ogoh-ogoh itu sekitar dua bulanan.

Karena, sebelum dibuat serabut kelapa lebih dulu harus dihaluskan sesuai dengan ukuran dan dibentuk. “Kalau kelapa sudah halus dan dibentuk sedemikian rupa, baru serabut kelapa dipasang di anyaman bambu yang sudah dibentuk. Untuk bahan serabut kelapa yang dipakai didapat dsri warga sekitar. Jumlahnya sekitar seribu butir buah kelapa,” tegas Suarimbawa. (Eka Parananda/balipost)

BAGIKAN