Seseorang menuju ruang perawatan Nusa Indah di RSUP Sanglah, Denpasar, Selasa (28/1). Ruang ini merupakan lokasi perawatan pasien infeksi menular, termasuk COVID-19. (BP/dok)

DENPASAR, BALIPOST.com – Seorang pasien infeksi menular yang dirawat di Ruang Nusa Indah, RSUP Sanglah, disebut meninggal dunia. Hal ini dibenarkan salah satu sumber di rumah sakit itu.

Menurutnya, memang benar ada informasi seorang warga negara (WN) Inggris meninggal dunia. Informasi itu diterimanya Rabu (11/3) pagi saat jam kantor, sebelum apel pagi. “Iya tadi pas saya tiba di kantor, sempat diumumkan ada seorang WNA meninggal. Sudah ditangani,” kata sumber itu.

Baca juga:  Anggaran Terbatas, Tahun Ini Pemkab Bangli Tak Bisa Sediakan Beasiswa

Untuk jenazah WN Inggris ini, kata dia, kemungkinan masih berada di kamar jenazah. “Coba dicek langsung ke kamar jenazah ya. Saya kurang tahu,” akunya.

Terkait hal ini, Dokter Penanggung Jawab Pasien (DPJP) Instalasi Kedokteran Forensik RSUP Sanglah, dr. Ida Bagus Putu Alit, SpFM (K) DFM, yang dikonfirmasi membenarkan ada pasien asal Inggris yang meninggal. “Untuk yang dirawat di RSUP Sanglah, semua penyakit infeksi sekarang lewat satu pintu. Coba hubungi humas,” katanya.

Baca juga:  Ini Alasan Kasus PD Parkir Dikeluarkan SP3

Ia mengutarakan kalau WN Inggris itu memang sesuai SPO (standar prosedur operasional) penyakit infeksi, tata laksana di rumah sakit. Dirawat di Ruang Nusa Indah.

Ditanyakan apakah pasien meninggal itu menderita Corona karena dirawat di ruang isolasi Nusa Indah? dr. Ida Bagus Putu Alit mengatakan jika infeksi, masih global karena ruangan itu juga merawat pasien demam berdarah, TBC, dan penyakit lainnya.

Baca juga:  Dua Kecamatan di Denpasar Ini, Masuk Rawan COVID-19

Sementara itu, Humas RS Sanglah Made Wirta mengaku belum mengetahui informasi tersebut. Pihaknya mengatakan akan mengeceknya.

Terkait hal ini, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali, dr. Ketut Suarjaya yang merupakan juru bicara dalam penanganan COVID-19 di Bali, belum berhasil dihubungi. Dikontak lewat ponselnya, tidak diangkat. (Yudi Karnaedi/balipost)

BAGIKAN