Karateka putri Cokorda Istri Agung Sanistya Rani alias Coki, salah satu atlet Bali yang lolos ke PON 2020 di Papua. (BP/ist)

DENPASAR, BALIPOST.com – Bali telah meloloskan 236 atlet ke PON XX pada Oktober mendatang. Hanya, KONI Bali tidak bisa mengirim seluruh atlet itu ke Papua. Sebab, PON merupakan ajang prestasi atlet, bukan sekadar menambah jam terbang atau pengalaman bertanding.

Untuk itu, prestasi atlet terus dipantau selama pemusatan latihan, utamanya menyangkut fisik, kesehatan serta prestasi di kejurnas dan uji coba. “Atlet yang diterjunkan di PON hanya yang berpeluang membawa pulang medali,” tegas Ketum KONI Bali Ketut Suwandi di Denpasar, Senin (24/2).

Ia memprediksi dari 236 atlet tersebut hanya 120-125 orang yang berpeluang menyumbangkan medali. Padahal KONI Bali mematok target mendulang 20 keping emas. Untuk itu, para pelatih diminta menyiapkan atletnya dari segi mental bertanding, fisik, teknik, taktik dan strategi guna merebut medali di PON.

Suwandi mengajak seluruh pengprov cabor agar mengutamakan program uji coba di daerah sendiri. Jika atlet luar berlatih di Bali otomatis bisa menekan biaya sambil membaca peta kekuatan calon lawan. Seperti judo banyak diminati atlet luar Bali yang ingin menjalani TC di Pulau Dewata. (Daniel Fajry/balipost)

BAGIKAN