Lembu dan bade untuk upacara atiwa-tiwa dan atma wedana ibunda owner BTS telah rampung. (BP/nik)

GIANYAR, BALIPOST.com – Uacara Atiwa-Tiwa miwah Atma Wedana akan digelar untuk almarhum Ni Wayan Satri pada Minggu (2/2). Berbagai persiapan rangkaian upacara pun sudah digelar untuk ibu dari owner restaurant Bebek Tepi Sawah (BTS), Jro Dukuh Sumerta ini.

Puncak upacara tersebut akan berlangsung di Puri Dukuh Warih Dukuh Suladri (WDS), Banjar Kalah, Desa Peliatan, Kecamatan Ubud. Rngkaian Upacara untuk almarhum yang meninggal pada usia 93 tahun ini sudah digelar sejak 27 Januari 2020, yakni dilaksanan upacara Nuasen.

Keesokan harinya dilanjukan dengan nunas tirta, hingga upacara ngewangun pada Kamis (30/1). “Seumlah rangkaian upacara sudah dipersiapakn sejak lama, hingga prosesi palebon menuju setra dijadwalkan Minggu siang sekitar pukul 11.00 wita,” kata Jro Dukuh Sumerta.

Dalam Upacara Atiwa-Tiwa miwah Atma Wedana pihaknya juga sudah menyiapkan bade dan satu buah lembu hitam. Sarana tersebut yang akan mengantarkan jenasah almarhum menuju setra. “Untuk bade dan lembu sudah disiapkan cukup lama,” katanya.

Sebelumnya diketahui almarhum sudah sejak 15 tahun menderita kencing manis. Namun selama itu ia tetap bisa beraktivitas.

Beberapa minggu sebelum meninggal kondisi almarhum semakin memburuk, hingga akhirnya dilarikan ke RS Ari Canti Mas Ubud. Ibu enam anak ini sempat mendapat perawatan selama satu minggu di rumah sakit itu hingga meninggal dunia.

Meninggalnya almarhum tentu memberi duka kepada keluarga besarnya. Jro Dukuh Sumerta mengatakan sebelum meninggal almarhum sempat berpesan agar anak-anak yang ditinggalkan selalu rukun bersaudara, dan selalu aktif menyama braya. “Beliau selalu mengingatkan agar tetap rendah hati, kalau ada yang melempar kotoran balas dengan bunga,” kenang anak ketiga almarhum ini. (Manik Astajaya/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.