Pemda Gianyar melakukkan koordinasi dengan Kementerian PUPR dan PSSI terkait Stadion Dipta yang akan digunakan sebagai salah satu venue Piala Dunia U-20 2021. (BP/dok)

GIANYAR, BALIPOST.com – Pemda Gianyar terus menggodok persiapan di Stadion Kapten I Wayan Dipta menjelang pelaksanaan Piala Dunia 2021. Sekda Gianyar I Made Gede Wisnu Wijaya mengungkakan hal ini usai kunjungan tim Kementerian PUPR dan PSSI ke Stadion I Wayan Dipta Senin (13/1).

Sekda Wisnu Wijaya mengatakan saat ini pihaknya bersama instansi terkait sedang melakukan persiapan di Stadion Dipta. Mengingat, stadion tersebut akan dijadikan salah satu venue pada ajang Piala Dunia 2021. “Dengan adanya update regulasi di FIFA, ada ketentuan yang dibutuhkan melebihi standard sebelumnya. Makanya, kita ada pertemuan sekarang ini dengan Kementerian PUPR sebagai penyandang dana, Bali United selaku yang akan memanfaatkan, dan Pemkab Gianyar sebagai pemilik. Ini kita sinergi koordinasi harus bagus,” jelasnya.

Baca juga:  Parta Siap Bersaing Dengan Mahayastra Rebut Rekomendasi PDIP 2018

Pemda Gianyar sendiri berupaya menyiapkan lahan untuk menambah parkir. Karena sesuai standard FIFA saat pertandingan tidak boleh ada parkir di pinggir jalan. “Kita mesti cari lahan parkir, kita sudah coba komunikasi. Bila di Buruan tidak memungkinkan untuk kerja sama, siapa tahu ada lahan yang jaraknya minimal 500 meter dari stadion, kita carikan tanah milik desa adat yang bisa dikerjasamakan, misal Desa Adat Bitera atau Abianbase,” katanya.

Baca juga:  Wabup Mahayastra Buka Porsenides Sidan

Diakui pihaknya harus bergerak cepat mencari lahan untuk parkir, karena waktu sepanjang 2020 ini terbilang mepet. Tentunya pengelolaan parkir akan disinergikan dengan desa adat setempat.

Selain itu Sekda Gianyar juga mengkoordinasikan penambahan tempat duduk. Untuk penambahan itu dipastikan akan dilakukan pelebaran stadion sejauh 6 meter. “Tadi kita koordinasi dengan pihak Bali United, mau tidak mau harus melebarkan stadion, sehingga nanti akan memenuhi stadard 35 ribu (penonton-red),” katanya.

Baca juga:  Awasi Penambangan Batu Padas, DLH Intesifkan Tim Pengawsan

Selain itu pihaknya juga mengkoordinasikan aturan FIFA yang mewajibkan tribun dengan single seat. Hal ini dianggap penting guna memastikan kenyamanan penonton. “Kalau sekarang kan baru ada beberapa bagian yang single seat, tinggal ditambah lagi,” tandasnya.(Manik Astajaya/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.