DENPASAR, BALIPOST.com – Panglingsir Puri Tegeh Kori Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS II yang juga Senator DPD-RI hadir di Puri Pemecutan Denpasar serangkaian dengan Peringatan HUT Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) yang dirangkaian dengan penyerahan penghargaan kepada leluhur Puri Pemecutan yakni Ida Cokorda Ngurah Gede Pemecutan X yang dikenang atas jasa-jasanya membela Bali. Saat di Puri Pemecutan, Senator Arya Wedakarna (AWK) disambut langsung oleh Ida Cokorda Pemecutan XI dan Permaisuri serta tampak hadir sejumlah pejabat daerah dan tokoh puri sajebag Bali.

Kehadiran sosok Senator DPD-RI ini tentu memiliki makna strategis karena merupakan pertemuan dari dua tokoh yang sering dikait–kaitkan dengan sejarah Kerajaan Badung. Di satu sisi Puri Pemecutan dengan sejarah heroiknya akan sejarah Badung pada zaman perjuangan kemerdekaan, sedangkan Puri Tegeh Kori dan Gusti Wedakarna adalah panglingsir dari Pasemetonan Agung Tegeh Kori yang dalam sejarah Bali, leluhur I Gusti Tegeh Kori adalah pendiri pertama dan Raja Badung pertama.

Baca juga:  Seleksi Jalur Mandiri, PNB Targetkan 30 Persen dari Total Kuota 2.050 Orang

AWK juga mengapresiasi atas usaha yang dilakukan LVRI atas tanda penghargaan untuk leluhur Ida Cokorda Ngurah Gede Pemecutan X. “Arti dari penghargaan ini sangat strategis, karena bisa meluruskan sejarah dengan baik. Apalagi yang memberikan penghargaan ini adalah LVRI, lembaga kredibel dan dihormati. Sehingga saya pribadi mengartikan penghargaan untuk leluhur ini sekaligus untuk menjaga nama baik beliau. Apalagi tadi kita dengar pidato dari Panglingsir dan Ketua LVRI akan makna perjuangan leluhur dalam masa perjuangan merebut kemerdekaan dari Belanda dan Jepang. Anak muda Bali harus tahu hal ini,” ungkap Gusti Wedakarna yang juga seorang pemerhati sejarah selaku Presiden The Sukarno Center Tampaksiring ini.

Baca juga:  20 Tahun SMK PGRI 3 Denpasar, "Move to Digital" Memberi Jaminan Masa Depan

Ia juga mengungkapkan terkait hubungan antara dirinya dan panglingsir Puri Pemecutan. Arya Wedakarna menyampaikan komunikasi dengan Puri Pemecutan selalu terjaga dengan baik. “Ayah kami, (swargi) Ratu Aji Shri Wedastera Suyasa adalah sahabat baik beliau. Juga Ida Cokorda saat ini dan Ratu Permaisuri sudah seperti orangtua kami, begitu juga dengan keluarga yang lain,” ungkap Gusti Wedakarna. (Adv/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.