Dewa Made Indra. (BP/Istimewa)

DENPASAR, BALIPOST.com – Pemerintah Provinsi Bali mematangkan rencana Program Bali Smart Island, khususnya dalam sistem pemerintahan berbasis elektronik (SPBE). Bahkan di tahun 2020, Pemprov telah menganggarkan dana sebesar Rp 30 miliar untuk infrastrukturnya.

Sekda Bali, Dewa Made Indra mengatakan ditargetkan dalam 2 tahun SPBE itu sudah terealisasi. Untuk mendukung program SPBE ini juga telah disiapkan perangkat hukumnya berupa Peraturan Gubernur.

Menurut Sekda Dewa Indra, sistem pemerintahan berbasis elektronik ini sebenarnya sudah sangat diidamkan dari dulu. Selama ini di Pemprov baru hanya absen sidik jari. Melalui program SPBE nantinya akan lebih memudahkan birokrasi pelayanan administrasi.

Baca juga:  Bedah Rumah, Satu Unit Dialokasikan Rp 50 Juta

Para guru tidak lagi meninggalkan kelas atau siswanya, jauh-jauh datang ke Dinas Pendidikan Pemprov Bali untuk membawa surat kenaikan pangkat. “Sistem birokrasi kita masih konvensional, sehingga ke depan di era digital/online ini dilakukan perubahan sistem pelayanan,” katanya.

Sementara itu Staf Ahli Prof. Dr. I Ketut Gede Dharma Putra, S.Kom.,M.T., mengatakan, pijakan pengembangan rencana Induk SPBE menuju Bali Smart Island ini adalah visi dan misi pemerintah provinsi Bali. Kemudian kebijakan nasional dan hasil evaluasi SPBE Provinsi Bali 2018, kebijakan pemerintah satu data Indonesia, one island one management dan buku bali Smart Island, kondisi eksisting Tik Provinsi Bali, dan Industry 4.0 dan society 5.0 ISSUES.

Baca juga:  Ribuan Bibit Pohon Ditanam di Areal Pura Lempuyang

SPBE dengan konsep Sad Maha Kertih, dengan cakupan layanan digital diantaranya layanan SPBE, Tata Kelola SPBE dan Kebijakan SPBE, layanan digital desa adat modern, layanan digital krama Bali unggul, layanan digital Bali Kerta, Layanan Digital Bali Mandiri, Layanan Digital Ekonomi Bali, dan Layanan Digital Pusat Peradaban dunia.

Sementara untuk menyiapkan program ini, Kepala Dinas Infokom Provinsi Bali I Nyoman Sujaya megatakan, telah menyiapkan tim kordinasiyang jumlahnya sebanyak 19 orang, yang ahli dibidangnya. Sehingga target waktu dua tahun untuk program Bali Smart Island ini sudah bisa rampung. (Agung Dharmada/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.