Kota Denpasar katanya sebagai kota budaya maka infrastruktur atau jalan-jalan yang ada harus bagus, rapi, bersih agar elok dipandang mata. Juga sebagai kota pariwisata, kota pendidikan dan kota bisnis, taman-taman kota juga dikembangkan serta dipelihara dengan baik.

Saya sering lewat di sepanjang Jalan Nangka, Jalan Patimura dan jalan yang lainnya. Terutama Jalan Nangka dan Jalan Patimura hingga di simpang empat Tohpati sejak lama kurang pemeliharaan. Trotoarnya kiri-kanan juga perlu dibenahi.

Baca juga:  Lima Tahun ke Depan, Koster-Giri Prioritaskan Pembangunan Infrastruktur

Apalagi akar-akar pohon perindang sebelah timur Banjar Taensiat banyak merusak pinggiran jalan, sehingga meninggalkan kesan kumuh dan kotor. Jalan-jalan utama yang disebut di atas untuk perbaikannya rupanya kurang dana. Untuk mengatasi kerusakan itu sebaiknya Pemerintah Kota Denpasar bekerja sama dengan Gubernur Bali dan bila perlu minta bantuan kepada Bupati Badung Nyoman Giri Prasta yang dikenal dengan bupati bares itu.

Toh juga antara Badung dan Denpasar sepertinya saudara kandung. Satu sejarah perjuangan yang dikenal dengan Perang Puputan Badung yang puncaknya pada 20 September 1906 silam.

Baca juga:  Mohon Penjelasan Soal TKP

W. Beratha Yasa

Kapal, Badung

BAGIKAN