MANGUPURA, BALIPOST.com – Karya budaya tak benda yang berkembang di Kabupaten Badung, telah didaftarkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) ke Direktorat Jenderal Kebudayaan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Setidaknya, pemerintah setempat telah mengusulkan empat budaya, salah satunya Tari Baris Sumbu di Desa Adat Semanik, Petang.

Tiga lainnya adalah Tari Gambuh Tumbak Bayuh, Desa Tumbak Bayu, Mengwi, Tradisi Mebuug-buugan di Desa Adat Kedonganan, Kuta dan Seni Kerajinan Gerabah di Banjar Basang Tamiang, Desa Adat Kapal, Badung.

Baca juga:  Mulai 30 November 2019, Badung Tak Lagi Buang Sampah ke TPA Suwung

Kepala Dinas Kebudayaan (Disbud) Kabupaten Badung, Ida Bagus Bhasma, membenarkan telah mendaftarkan sejumlah warisan buaya menjadi WBTB ke Pemerintah Pusat. Hal ini dilakukan untuk  menjaga dan melestarikan warisan budaya tersebut.

“Ada empat budaya yang diusulkan dijadikan warisan budaya tak benda. Sesungguhnya banyak budaya yang bisa kita ajukan,” ujar IB Bhasma, Rabu (29/1).

Menurutnya, tidak mudah mendaftarkan WBTB, karena harus memenuhi sejumlah kriteria. Salah satunya, wajib memiliki kajian akademiknya. “Masih ada sekitar 15 budaya selanjutnya bisa diajukan, jadi kami bertahap dulu,” katanya.

Baca juga:  Belasan Kilogram Ganja Kering Diamankan di Gilimanuk

Disebutkan, empat warisan budaya yang didaftarkan akan disidangkan pada bulan Oktober 2019 mendatang. Keempat usulan ini akan dipresentasikan dalam sidang tersebut, dilanjutkan akan dikukuhkan jika lulus verifikasi.

“Setelah disidangkan baru nanti bisa dikukuhkan bahwa empat usulan itu resmi sebagai warisan budaya tak benda, sehingga tidak diklaim oleh orang lain,” terangnya.

Seperti diketahui, Badung resmi memiliki 10 budaya yang telah tercatat sebagai warisan budaya tak benda. Sebelumnya sudah 6 budaya yang sudah menjadi warisan budaya tak benda.

Baca juga:  Peredaran Beras Oplosan Diatensi Pemkab Badung

Seperti Tradisi Mekotek Desa Munggu, Tabuh Rah Pengangon, Desa Kapal, Tari Leko dan lainnya. usulan WBTB akan dilakukan setiap tahun hingga semua warisan budaya yang berkembang di Badung mendapat pengakuan WBTB oleh pemerintah pusat. (Parwata/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.