BANGLI, BALIPOST.com – Festival yang digelar pengelola Desa Wisata Penglipuran, terbilang sukses menyedot minat wisatawan berkunjung ke desa wisata tersebut. Selama pelaksanaan, angka kunjungan wisatawan ke desa yang terkenal dengan rumah tradisional penduduknya itu mencapai 1.200 orang per hari.

Hal itu diakui Ketua Pengelola Desa Wisata Penglipuran Nengah Moneng, Minggu (30/12). Dikatakan Moneng, tingkat kunjungan wisatawan selama pelaksanaan festival melonjak dengan rata-rata 1.200 per hari.

Pada hari biasa, kunjungan wisatawan rata-rata hanya mencapai 500-an orang per hari. Kunjungan didominasi wisatawan domestik. “Saat hari raya manis Galungan kunjungan wisatawan tembus 4 ribu orang,” terangnya.

Baca juga:  Satpol PP Badung Telusuri Tempat "Shopping" Turis Cina

Menurut Moneng, tingginya minat wisatawan untuk berkunjung ke Penglipuran karena tertarik dengan kegiatan festival yang diselenggarakan sejak 17-30 Desember. Dalam pelaksanaan festival, panitia menggelar sejumlah atraksi dan lomba, seperti barong ngelawang, busana tempo dulu, lomba ngelawar, karaoke, mesatua Bali dan lomba yang bernuansa budaya Bali lainnya.

Di samping itu alasan lain wisatawan tertarik mengunjungi Penglipuran karena keberhasilannya menyandang predikat sebagai desa terbersih di dunia dan kesuksesan dalam meraih sejumlah penghargaan tingkat nasional lainnya. “Saya sempat coba tanya beberapa wisatawan, alasannya tertarik mengunjungi Penglipuran. Salah satunya karena menyandang predikat desa terbersih di dunia,” jelasnya.

Baca juga:  Gara-gara Ini, Cagar Budaya Candi Tebing Kelebutan Sepi Pengunjung

Moneng memprediksi, angka kunjungan akan tetap tinggi hingga libur tahun baru. “Kami prediksi, kunjungan pada tanggal 1 Januari nanti akan lebih dari 4 ribu wisatawan,” ujarnya.

Pihaknya berharap, erupsi yang kembali terjadi di Gunung Agung, Karangasem tak mempengaruhi kunjungan wisatawan ke Penglipuran maupun obyek wisata di Bangli lainnya. Dikatakannya, berdasarkan pengalaman tahun lalu, abu dan pasir yang dimuntahkan Gunung Agung saat erupsi tidak sampai terpapar ke Bangli. “Jadi masih relative aman untuk berkunjung ke Penglipuran termasuk tempat wisata lainnya di Bangli,” imbuhnya. (Dayu Swasrina/balipost)

Baca juga:  Sebulan Penerbangan Internasional ke Bandara Ngurah Rai, Trafik Penumpangnya Capai Ribuan Orang
BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA *