DENPASAR, BALIPOST.com – Menyongsong Our Ocean Conference (OOC) ke-5 di Nusa Dua, Kodam IX/Udayana melaksanakan apel gelar pasukan pengamanan VVIP di Lapangan Puputan Margarana, Denpasar Timur, Jumat (26/10). Selain mengerahkan 6 ribu personel dari TNI dan Polri, juga siapkan kapal dan pesawat untuk evakuasi. “Tentu kami harapkan kegiatan ini berjalan lancar, sukses, aman, nyaman dan damai,” kata Gubenur Bali Wayan Koster, didampingi Panglima Kodam IX/Udayana, Mayor Jenderal (Mayjen) TNI Benny Susianto, S.I.P.

Sementara Pangdam Mayjen Benny menyampaikan, kekuatan pengamanan dari TNI saja sekitar 4 ribu orang. “Tugas kami melakukan pengamanan kepala negara atau VVIP. Mulai hari ini beberapa kepala negara sudah tiba di Bali. Pengamanan akan dilakukan mulai tanggal 26 Oktober sampai 1 Nopember 2018, kegiatannya 29 sampai 30 Oktober,” ungkapnya.

Baca juga:  Gubernur Koster akan Tetapkan Pergub Pelayanan Angkutan pada Pangkalan, Massa BTB "Gerudug" Renon

Menurut lulusan Akmil tahun 1987 ini, pihaknya juga mengerahkan Alutsista karena melaksanakan pengamanan VVIP, termasuk mengantisipasi bencana evakuasi saat kontijensi. Kodam juga melibatkan unsur TNI AU dan TNI AL.

Kapal dan pesawat antisipasi sudah disiapkan. “Dalam kegiatan ini menjadi suatu kehormtan bagi kita bahwa kembali Indonesia dipercaya melaksanakan konferensi internasional, khususnya Bali. Mereka berbagai negara datang ke Bali dan menjadi promosi gratis bagi Bali saat mereka kembali ke negaranya,” ungkap mantan Waasops Kaskostrad ini.

Baca juga:  Satpol PP Badung Siap Eksekusi Perusak Lingkungan

Dalam sambutannya, Mayjen Benny menyampaikan, Indonesia mampu melaksanakan even besar dan menjadi negara dipercaya di dunia internasional. Manfaatnya bagi Indonesia baik dalam jangka pendek dan jangka panjang.

Oleh karena itu, orang nomor satu di Kodam IX/Udayana ini berharap kegiatan tersebut berjalan aman, lancar, nyaman dan sukses. “Oleh karena itu perlu koordinasi dan sinergi antara pemerintah daerah, TNI, Polri dan pihak terkait dalam mengelola keamanan, pengamanan, kesiapsiagaan dan ketanggapsegeraan. Menumbuhkan rasa aman, nyaman, terkendali, tertib dan lancar tanpa meninggalkan adat budaya setempat,” tandasnya. (Kerta Negara/balipost)

Baca juga:  Cuaca Ekstrem, Kuta Sempat Dilanda Badai Pasir
BAGIKAN