SEMARAPURA, BALIPOST.com – Pascapengungsi Gunung Agung kembali ke kampung halaman, Karangasem, tenda di GOR Swecapura, Desa Gelgel, Kabupaten Klungkung dibongkar, Rabu (14/2). Sementara untuk logisitik yang tersisa, belum ada kepastian terkait pemanfaatannya.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Klungkung, Putu Widiada mengatakan pembongkaran dilakukan pada seluruh tenda, baik yang terpasang oleh BPBD maupun Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak. Hal tersebut menyusul pulangnya seluruh pengungsi sejalan dengan penurunan status Gunung Agung dari awas ke siaga.

Baca juga:  Jelang KTT AIS, Dansatgas Pamwil Cek Penginapan Untuk VVIP

Demikian pula radius bahaya erupsinya dari enam kilometer menjadi empat kilometer dari puncak. “Pengungsi sudah habis. Jadinya tenda dibongkar,” ungkapnya.

Jika kembali ada pengungsi, mantan Camat Banjarangkan ini menyatakan tenda akan kembali dibangun. Hal itu tidak membutuhkan waktu banyak. Terkait perbaikan GOR maupun fasilitas lainnya, dinyatakan belum direncanakan. Demikian pula pengecekan kerusakannya. “Untuk pengecekan belum. Sekarang masih pembongkaran tenda. Ini bertahap,” jelasnya.

Baca juga:  Enam Kabupaten/kota Catatkan Tambahan Belasan hingga Puluhan Kasus COVID-19

Disampaikan pula, stok logistik berupa beras masih tersisa sekitar 21 ton, 600 dus air mineral, 1.724 dus mie instan dan 4.150 liter minyak goreng. Selain itu, ada pula berupa uang bantuan donatur sekitar Rp 422 juta.

Selama hampir lima bulan pengungsian berlangsung, total pengeluaran untuk keperluan logistik dapur umum tercatat Rp 913.945.072. “Untuk uang yang masih tersisa, dimasukkan lagi ke APBD. Kalau untuk logisitk, belum ditentukan dialihkan kemana,” tandasnya. (Sosiawan/balipost)

Baca juga:  Kemacetan di Bali Tak Kunjung Ada Solusi
BAGIKAN