Instalasi Gawat Darurat (IRD) RSUD Wangaya, Denpasar. (BP/dok)
DENPASAR, BALIPOST.com –  Rencana RS Wangaya untuk meminjam dana ke pihak ketiga, PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI), akhirnya tidak berjalan mulus. Padahal, sebelumnya rencana tersebut mendapat support dari anggota DPRD Denpasar, terutama Komisi II.  Namun, kali ini sejumlah anggota dewan yang sebelumnya mendukung rencana pinjaman tersebut, kini justru menghambat. Alasannya, Detail Enggenering Desain (DED) pengembangan rumah sakit belum ada.

Ketua Fraksi Hanura DPRD Denpasar I.B.Ketut Kiana yang dihubungi, Kamis (16/11) mengungkapkan suara sejumlah anggota dewan saat rapat kerja beberapa waktu lalu terbagi dua. Ada yang terkesan menunda dan beberapa setuju untuk disepakati. “Karena ada dua pendapat seperti itu, saya memilih untuk meminta RS Wangaya menunda meminjam dana dulu,” ujar Kiana.

Baca juga:  Anggota DPRD Menangis Karena Rumah Dieksekusi

Hal yang sama juga diungkapkan Ketua Komisi III DPRD Denpasar Eko Supriadi. Politisi PDI-P ini menilai masih banyak yang perlu dipertimbangkan untuk meminjam uang kepada pihak ketiga. Persoalan utama yang dikhawatirkan, yakni membengkaknya dana pembangunan ketika pinjaman sudah turun. Karena jumlah pinjaman yang dirancang RS Wangaya, yakni Rp 200 miliar.

“Persoalannya, karena DED belum ada, sehingga sulit untuk menetapkan estimasi biaya pembangunan. Kita khawatir bila dana yang dibutuhkan Rp 230 miliar, kemudian dimana mencari lagi Rp 30 miliar. Untuk itu, kita sepakati dulu sebelum ada DED, baru kita pinjam dana,” kata Eko.

Baca juga:  Hingga 30 April, Segini Jumlah Pasien COVID-19 Dirawat di RSUP Sanglah

Sebelumnya, Dirut RSUD Wangaya dr. Setiawati Hartawan mengungkapkan, pinjaman dana yang akan digunakan RSUD Wangaya ini harus atas nama Pemkot Denpasar. Demikian pula pengembaliannya harus dilakukan Pemkot. Bukan hanya itu, dana pinjaman tersebut tidak bisa digunakan untuk biaya DED. Harus untuk fisik saja. “DED harus dianggarkan dari APBD,” katanya.

Sebelumnya beberapa bangunan  sudah sempat dirampungkan. Bangunan yang sudah rampung yakni gedung C yang telah menelan dana sekitar Rp 17 miliar untuk fisik. Dana tersebut belum termasuk alat kesehatannya. Selain itu, sudah pula rampung gedung B. Gedung ini menghabiskan dana Rp 33 miliar untuk fisiknya. (asmara/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.