ozonisasi
Tenda di posko pengungsi dilakukan ozonisasi. (BP/sos)
SEMARAPURA, BALIPOST.com – Tenda yang menjadi tempat warga Karangasem mengungsi di Posko Gor Swecapura, Senin (9/10), di ozonisasi. Hal ini sebagai salah satu cara untuk menghindari adanya bakteri yang mampu mengganggu kesehatan.

Gerakan itu dilakukan Owner Tati Photo, Parwata Kantiana. Didampingi menantunya yang sekaligus sebagai relawan, Putu Yindy Kurniawan, ia bersama petugas melakukan ozonisasi pada tenda pengungsi yang terpasang pada halaman GOR.

Baca juga:  Stok Lauk dan Gas di Pengungsian Menipis

Dijelaskan, langkah ini sangat penting untuk memberikan rasa nyaman pada tempat pengungsian. Bau tak sedap, jamur, kuman dan bakteri dapat terhindarkan. “Pengungsian kan sangat rentan terjadi seperti itu. Ada bau, kuman dan bakteri. Ini perlu ozonisasi. Supaya udara juga segar,” kata Kantiana.

Program ini, kata pria yang juga sebagai Wakil Ketua Kadin Bali ini telah dilakukan dibeberapa lokasi. Tak hanya di Klungkung, namun juga sejumlah pengungsian di Karangasem. Dirinya pun hanya berbagi untuk memberikan rasa nyaman. “Kami sudah berkeliling ke beberapa lokasi.  Mulai dari Karangasem sampai disini,” ungkapnya.

Baca juga:  Tingkat Kesembuhan Pasien Positif COVID-19 Hampir 75 Persen, Dua Kabupaten Ini Sisakan 1 Kasus Aktif

Selain di pengungsian, ozonisasi juga bisa dilakukan pada kamar hotel, terlebih yang jumlah banyak. “Mesinnya kan tidak besar. Sangat mudah dipindah. Ini cocok untuk di hotel. Kamar yang lama kosong akan bisa tetap terasa segar,” imbuhnya.

Salah satu pengungsi, Nyoman Sari asal Banjar Pendem, Desa Muncan, Kecamatan Selat menuturkan akhir-akhir ini udara dalam tenda cukup membuatnya tak nyaman. Bahkan itu sering mengharuskan untuk keluar mencari udara segar. Namun, setelah adanya ozonisasi, dirasakan berbeda. “Sekarang lebih segar. Lebih bagus,” tandasnya. (sosiawan/balipost)

Baca juga:  Cegah COVID-19, Kodam Distribusi 50 Ribu Masker
BAGIKAN