balita
Pengungsi yang mengajak balita terus menangis dilokasi pengungsian. (BP/gik)
AMLAPURA, BALIPOST.com – Abu yang turun disertai angin kencang membuat suasana lokasi pengungsian cukup memprihatinkan. Terlebih, warga yang mengungsi terdiri dari anak – anak. Tangis balita pun terus “pecah” ditengah kepanikan suasana malam, Selasa dini hari (19/9).

Seperti di tempat pengungsian Puskesmas Rendang. Karena cuaca sangat dingin, sedikit ada abu, para pengungsi menjadi tidak bisa tidur. Banyak anak-anak balita, terus menangis. Ditengah kondisi tersebut, juga belum disertai dengan adanya masker yang cukup.

Baca juga:  Kasus Video Pelecehan Seksual di Tabanan, KPPAD Bali Datangi Sekolah Pelaku

dr. Mertayasa, salah seorang dokter jaga Puskesmas berupaya menenangkan warga dan memberikan pengarahan. Bagi pengungsi yang mengalami gangguan kesehatan, agar segera menghubungi petugas medis. Khususnya anak-anak, agar gangguan kesehatannya tidak semakin parah.

“Bagi pengungsi yang mengajak anak-anak, menjadi prioritas di dalam gedung, karena cuaca disana sangat dingin. Banyak anak-anak terserang flu, pilek, batuk-batuk,” katanya serta merta menyampaikan bahwa kepada pengungsi yang membutuhkan konsumsi, sudah disediakan di beberapa tempat. (bagiarta/balipost)

Baca juga:  Atap Gerai Matahari Ambrol Imbas Gempa, Seorang Pengunjung Pingsan

 

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.