Kondisi jalan putus di Banjar Dinas Pulesari Kawan, Desa Persiapan Pulesari, Kecamatan Tembuku. (BP/Ina)

BANGLI, BALIPOST.com – Ruas jalan Bangbang–Penaga Landih di Banjar Dinas Pulesari Kawan, Desa Persiapan Pulesari, Kecamatan Tembuku, yang putus akibat hujan deras pada Minggu (1/11) lalu belum dapat diperbaiki tahun ini. Dinas PUPRPerkim Kabupaten Bangli menyebutkan bahwa perbaikan jalan putus tersebut terkendala faktor cuaca dan keterbatasan waktu menjelang akhir tahun anggaran.

“Penanganan konstruksi belum bisa kita lakukan mengingat cuaca dan waktu tahun anggaran yang sudah mepet. Awal tahun depan baru kita rancang untuk perbaikan fisiknya,” kata Kepala Dinas PUPRPerkim Bangli, Dewa Agung Suryadarma, Rabu (4/11).

Baca juga:  Dirut Perumda Sanjayaning Singasana Dilelang, Pemkab Tabanan Buka Seleksi Terbuka

Sebagai langkah penanganan darurat agar kerusakan jalan tidak semakin meluas, Dinas PUPRPerkim telah mengerahkan alat berat ke lokasi untuk menata saluran air. “Sementara kita akan lakukan penataan untuk saluran airnya dulu. Hari ini alat sudah kita kirim dan besok sudah mulai kerja untuk penataan terutama saluran air agar kerusakan tidak meluas,” jelasnya.

Sebagaimana yang diketahui hujan deras yang mengguyur wilayah Bangli, Minggu (1/11) lalu memicu terjadinya sejumlah bencana. Terparah terjadi di Banjar Dinas Pulesari Kawan, Desa Persiapan Pulesari, Kecamatan Tembuku, di mana ruas jalan utama Bangbang–Penaga Landih putus total.

Baca juga:  Dampak Abrasi, Jalan Pinggir Pantai Yehembang Terputus

Kelian Banjar Dinas Pulesari Kawan, I Wayan Kardiyasa, mengatakan peristiwa putusnya akses jalan tersebut terjadi sekitar pukul 23.00 WITA. Putusnya badan jalan diduga kuat dipicu oleh lonjakan debit air yang terlalu besar, sementara gorong-gorong yang berada di bawah badan jalan tidak mampu menampung luapan air hujan. “Panjang jalan yang putus sekitar 12 meter,” ujar Kardiyasa saat ditemui di lokasi kejadian.

Kerusakan jalan ini berdampak langsung pada kelancaran aktivitas harian masyarakat. Ruas jalan tersebut tergolong padat karena setiap hari dilalui oleh kendaraan pengangkut kayu dan pakan ternak.

Baca juga:  Pembobol Mini Market Ditembak Karena Melawan Polisi

Untuk menyiasati terputusnya jalur utama, arus lalu lintas sementara waktu dialihkan melalui jalur alternatif yakni ke arah Banjar Pulesari Kangin yang tembus ke arah ujung utara Pulesari Kawan. Kendati kondisi medan jalan alternatif tergolong landai, warga harus memutar cukup jauh dengan jarak sekitar 3 hingga 4 kilometer. Kardiyasa sangat berharap akses jalan putus tersebut segera mendapat perbaikan agar mobilitas warga kembali normal. (Dayu Swasrina/balipost)

 

BAGIKAN